KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring mulai memasuki musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S Pandiangan, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, kondisi lapisan tanah permukaan di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas telah mencapai sekitar 80 persen dalam kategori mudah terbakar karena mulai mengering.
"Kondisi ini menjadi perhatian serius. Kami mengimbau masyarakat di seluruh kecamatan agar lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar," ujar Pangeran S. Pandiangan di Kuala Kapuas, Senin (6/7/2026).
Ia menegaskan, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan mengingat tingkat kekeringan permukaan tanah sudah cukup tinggi.
Terlebih, sebagian besar wilayah Kapuas didominasi lahan gambut yang sangat mudah terbakar dan api dapat merambat hingga ke lapisan bawah tanah sehingga sulit dipadamkan.
Selain itu, BPBD juga mengimbau warga untuk menyiapkan tong atau wadah penampungan air di sekitar lingkungan maupun lahan yang dikelola. Langkah ini penting sebagai upaya pemadaman dini apabila muncul titik api, sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
Pangeran S Pandiangan juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat desa, pemerintah kecamatan, maupun BPBD apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau munculnya titik api.
Menurutnya, laporan yang cepat akan mempercepat respons petugas dalam melakukan penanganan sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
BPBD Kabupaten Kapuas berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. (fan)