KALAMANTHANA, Sampit – Kepulan asap pekat disertai kobaran api yang membakar lahan di tepi Jalan Tjilik Riwut, jalur penghubung Sampit–Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (8/7) siang, sempat menciptakan suasana mencekam.
Api yang menjalar di antara semak belukar terlihat merambat hingga mendekati deretan pohon kelapa sawit di pinggir jalan, sementara kendaraan roda dua maupun roda empat masih terus melintas di lokasi.
Berdasarkan video yang beredar, lidah api tampak bergerak mengikuti hamparan vegetasi kering di sisi jalan. Asap hitam membubung tinggi dan sesekali terbawa angin ke badan jalan sehingga mengurangi jarak pandang pengguna jalan.
Kondisi tersebut membuat peristiwa ini menjadi perhatian warga dan pengendara yang melintas.
Peristiwa itu dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim sekitar pukul 12.16 WIB dari anggota Pos Polisi Kota Besi.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas Pos Damkarmat Sektor Kecamatan Kota Besi langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 12.18 WIB dan tiba sekitar pukul 12.20 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan size up atau penilaian kondisi lapangan untuk mengetahui titik api, arah penyebaran, serta potensi ancaman terhadap area sekitar sebelum proses pemadaman dilakukan.
Kepala Pos Damkarmat Sektor Kota Besi, Benny, mengatakan langkah cepat dilakukan agar kobaran api tidak semakin membesar dan menjalar ke area yang lebih luas.
"Setelah menerima informasi, kami langsung menuju lokasi dan melakukan size up untuk memastikan kondisi kebakaran. Pemadaman berlangsung sekitar 35 menit hingga api berhasil dilokalisasi," ujar Benny.
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan kosong yang dipenuhi semak belukar dengan luas area terbakar sekitar 2 x 35 meter persegi.
Meski tidak terlalu luas, kondisi vegetasi yang kering membuat api cukup cepat merambat sehingga diperlukan penanganan segera.
Satu unit mobil pemadam kebakaran bersama personel Damkarmat dikerahkan ke lokasi. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari personel Pos Polisi Kota Besi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke lahan di sekitarnya.
Selama proses pemadaman berlangsung, arus lalu lintas di ruas Jalan Tjilik Riwut tetap berjalan. Namun, pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan karena asap sempat menutupi sebagian badan jalan dan mengurangi jarak pandang.
Berdasarkan hasil pendataan awal, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Operasi pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 12.53 WIB setelah seluruh titik api berhasil dilokalisasi.
"Sementara itu, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada unsur kesengajaan (arson). Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang," tambahnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan meningkatnya potensi kebakaran lahan di musim kemarau.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar. (su)