Warga Padati Bukit Natai Lumut, Aksi Ratusan Rider Trail Jadi Hiburan Akhir Pekan

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:51:01 WIB
Para raider saat memulai start kegiatan JAPAI Jelajah Alam Pantai Bhayangkara Mahaga Mentaya 2026, di Bukit Natai Lumut, Cempaga.

KALAMANTHANA, Sampit – Kawasan Bukit Natai Lumut di Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipenuhi ratusan warga pada Sabtu (11/7/2026).

Mereka datang sejak pagi untuk menyaksikan aksi sekitar 400 rider yang menjajal lintasan alam dalam kegiatan JAPAI Jelajah Alam Pantai Bhayangkara Mahaga Mentaya 2026.

Keramaian tidak hanya terlihat di area registrasi peserta, tetapi juga di sepanjang jalur yang dilalui para rider. Warga memilih berdiri di sejumlah titik yang dianggap paling menantang, seperti tanjakan terjal, tikungan sempit, lintasan berbatu, hingga jalur tanah yang licin.

Dari lokasi tersebut, mereka dapat menyaksikan secara langsung bagaimana para pengendara mengendalikan motor trail saat menghadapi berbagai rintangan alam.

Sejak deru mesin motor mulai terdengar pada pagi hari, suasana di Bukit Natai Lumut berubah menjadi lebih hidup. Sorak-sorai penonton beberapa kali terdengar ketika rider berhasil menaklukkan tanjakan curam maupun saat harus berjibaku mengeluarkan kendaraan dari jalur yang sulit dilalui.

Momen-momen tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak warga bertahan hingga siang hari.

Meski cuaca cukup terik, antusiasme masyarakat tidak berkurang. Banyak pengunjung rela berdiri berjam-jam di bawah sinar matahari untuk menikmati setiap aksi para rider.

Sebagian lainnya mengabadikan momen menggunakan telepon genggam ketika peserta melintasi medan ekstrem yang memacu adrenalin.

"Seru aksi ridernya," ujar Ade, salah seorang warga yang datang menyaksikan kegiatan tersebut.

Menurutnya, jalur yang disiapkan cukup menarik karena menghadirkan tantangan berbeda di setiap lintasan. Hal itu membuat aksi para rider tidak membosankan untuk disaksikan.

"Kami melihat langsung keseruan para pengendara saat melewati medan yang penuh tantangan," katanya.

Karakter lintasan tersebut membuat setiap rider tidak hanya dituntut memiliki keberanian, tetapi juga kemampuan membaca kondisi medan.

Kecepatan bukan menjadi faktor utama, sebab pengendara harus mampu menjaga keseimbangan, mengatur tenaga, dan menentukan jalur yang tepat agar dapat melewati setiap rintangan dengan aman.

Ramainya masyarakat yang hadir menunjukkan kegiatan olahraga trail tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya komunitas otomotif, tetapi juga berkembang menjadi hiburan yang diminati warga.

Aksi para rider yang melewati berbagai tantangan alam memberikan tontonan berbeda dibandingkan aktivitas olahraga pada umumnya, sehingga menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.

Di sisi lain, tingginya jumlah peserta dan penonton memperlihatkan Bukit Natai Lumut memiliki potensi sebagai lokasi kegiatan luar ruang.

Bentang alam yang didominasi perbukitan, jalur hutan, dan kontur tanah yang bervariasi menjadikan kawasan ini tidak hanya menarik bagi pecinta olahraga ekstrem, tetapi juga memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai destinasi aktivitas berbasis alam di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sementara itu, panitia kegiatan menyampaikan bahwa JAPAI Jelajah Alam Pantai Bhayangkara Mahaga Mentaya 2026 diikuti sekitar 400 rider yang berasal dari berbagai daerah.

Seluruh peserta menempuh lintasan alam di kawasan Bukit Natai Lumut yang memiliki karakter medan beragam, mulai dari jalan tanah, tanjakan panjang, turunan curam, jalur sempit di kawasan hutan, hingga beberapa titik yang membutuhkan keseimbangan dan teknik berkendara yang baik. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top