KALAMANTHANA, Jakarta – Sebelum gempa NTT, aksi seorang pria viral di media sosial. Mengaku sebagai “malaikat”, dia mengingatkan bakal adanya bencana sebelum gempa terjadi.
Pria berbaju oranye itu melakukan aksinya di Pelabuhan Aimere, Flores, beberapa saat sebelum gempa NTT terjadi. Dia pun mengingatkan warga di sekitar pantai itu untuk menyelamatkan diri.
Rekaman video viral itu kini bertebaran di sejumlah media sosial. Sejumlah akun menyebar rekaman video itu.
Sang pria mengaku dirinya dimasuki malaikat yang memberitahukan kepada warga semua. Dia mengaku diutus memberikan kabar tentang bencana alam.
“Memberitahukan kepada kalian semua, bahwa sebentar lagi ada bencana,” kata pria yang mengenakan celana pendek itu.
“Kalau kalian tidak mau lari sekarang, sebentar lagi akan ada bencana,” katanya.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda NTT pada Sabtu pagi. Hingga kini, sudah 14 orang ditemukan meninggal dunia.
Angka tersebut didapatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabru 15 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB. Selain 14 orang meninggal, ada pula dua orang uka berat dan 11 orang luka ringan.
“Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta.
Menurutnya, data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan.
Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, di Kabupaten Manggarai enam orang, dan di Kabupaten Manggarai Timur lima orang.
Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.
Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri.
“Sebagian besar warga melakukan evakuasi menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama,” kata Berton.
Dari aspek kerusakan, sementara tercatat 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan 11 rumah rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.
Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan. Tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan.
Sementara di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 23 rumah rusak berat.
Di Kabupaten Nagekeo, dampak sementara meliputi dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan.
Selain itu, dua fasilitas ibadah mengalami rusak ringan dan lima kantor pemerintahan terdampak.
Kondisi terkini di wilayah tersebut, arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam. (*)