Ngeri! Tengah Malam, Langit Jalur Sampit-Kotabesi Berubah Merah, Tak Salah Lagi Ini Penyebabnya

Penulis: Redaksi  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:00:04 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kotawaringin Timur. Kali ini, kobaran api terlihat di tepi Jalan Sampit-Kota Besi, tepatnya KM 8, Senin 24 Agustus 2026 petang.

Kebakaran yang berada cukup dekat dengan badan jalan Sampit-Kotabesi tersebut membuat suasana di lokasi terlihat mencekam. Api yang awalnya membakar semak belukar kering dengan cepat merambat ke bagian lahan lainnya.

Tidak hanya semak, kobaran api juga menyambar tanaman kelapa sawit yang berada di pinggir jalan. Api terlihat membesar dan menjulang tinggi, bahkan diperkirakan mencapai lebih dari empat meter.

Kobaran api tampak menyebar mengikuti vegetasi yang kering. Di beberapa bagian, api terlihat berkobar dan menyembur ke atas, sementara asap mengepul ke arah sekitar ruas jalan.

Akibatnya, langit di jalan Sampit-Kotabesi terlihat berubah warna menjadi merah menyala.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara yang melintas memperlambat laju kendaraan. Mereka memilih berhati-hati karena titik kebakaran berada sangat dekat dengan jalur kendaraan.

Dea, warga yang berada di sekitar lokasi, mengatakan kobaran api terlihat cukup besar sehingga membuat pengguna jalan merasa khawatir.

“Api berkobar cukup tinggi. Apalagi lokasinya di pinggir jalan, jadi pengendara yang lewat harus lebih hati-hati,” ujar Dea.

Menurutnya, kondisi kebakaran semakin terlihat jelas ketika hari mulai petang. Kobaran api yang menjulang membuat pengguna jalan dapat melihat api dari kejauhan.

“Dari jauh sudah kelihatan apinya. Kalau semakin besar tentu membuat orang yang lewat merasa waswas,” katanya.

Petugas telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Upaya pemadaman dilakukan agar kobaran api tidak semakin meluas ke area lainnya.

Meski demikian, api belum sepenuhnya padam. Sejumlah titik masih terlihat berkobar, terutama pada bagian lahan yang ditumbuhi semak dan tanaman kering.

Keberadaan api di sepanjang sisi jalan juga membuat pengendara harus menyesuaikan kecepatan. Selain mengantisipasi kobaran api, pengendara juga perlu memperhatikan asap yang dapat mengganggu pandangan.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di kawasan yang ramai dilintasi kendaraan. Pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi berisiko kesulitan mengantisipasi kondisi apabila api atau asap semakin mendekati badan jalan.

Dea mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri melaju cepat ketika melewati lokasi kebakaran.

“Kalau lewat sini lebih baik pelan-pelan. Lihat kondisi jalan dan api di sekitar, karena masih ada yang berkobar,” ujarnya.

Petugas terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Penanganan dilakukan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala dan merambat ke vegetasi kering lainnya.

Kebakaran lahan yang terjadi di tepi Jalan Sampit-Kota Besi ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering.

Pengendara yang melintas di ruas Jalan Sampit-Kota Besi, khususnya sekitar KM 8, diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kondisi sekitar hingga proses pemadaman selesai. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top