Remaja 13 Tahun Tenggelam di Sungai Kapuas, Nyawanya Tak Terselamatkan

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:58:45 WIB

KALAMANTHANA, Sanggau – Seorang remaja perempuan berinisial MRS (13), warga Dusun Sumber Baru, Desa Belangin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Kapuas.

Korban ditemukan Senin 24 Agustus 2026 di kawasan Sungai Obak, Desa Belangin, setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam saat bermain bersama dua orang temannya.

Peristiwa tersebut diketahui Polsek Kapuas sekitar pukul 10.00 WIB setelah menerima informasi mengenai seorang perempuan yang tenggelam di Sungai Kapuas.

Mendapat laporan itu, personel Polsek Kapuas kemudian melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung proses pencarian dan penanganan kejadian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban bersama dua orang temannya berangkat dari rumah di Dusun Sumber Baru sekitar pukul 09.00 WIB.

Ketiganya menuju kawasan Sungai Obak dengan tujuan mandi dan bermain di Sungai Kapuas yang saat itu mengalami pendangkalan akibat kondisi musim kemarau.

Saat berada di lokasi, korban bersama teman-temannya bermain di area bebatuan yang muncul di tengah aliran sungai. Ketika sedang berada di atas bebatuan tersebut, korban diduga terpeleset dan kemudian jatuh ke bagian sungai yang lebih dalam.

Salah seorang teman korban yang menjadi saksi kemudian berupaya meminta pertolongan kepada warga sekitar setelah mengetahui korban tenggelam.

Warga bersama-sama melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB.

Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Tim medis dari Puskesmas Belangin Tiga yang melakukan pemeriksaan terhadap korban menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dini Septianingsih, petugas medis Puskesmas Belangin Tiga, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia diduga akibat gangguan pernapasan karena kekurangan oksigen setelah tenggelam. Tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.

Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sanggau dalam proses pencarian korban.

Polisi juga melakukan pendataan dan pengumpulan keterangan dari saksi maupun pihak keluarga untuk memastikan rangkaian kejadian dapat diketahui secara jelas.

“Dari keterangan yang kami peroleh, korban datang bersama dua orang temannya untuk bermain dan mandi di Sungai Kapuas. Korban kemudian diduga terpeleset ketika berada di bebatuan yang muncul akibat kondisi air sungai yang sedang surut,” katanya.

Marianus mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anak ketika beraktivitas di sekitar sungai.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kawasan sungai yang memiliki bebatuan atau bagian sungai yang mengalami pendangkalan sebagai lokasi bermain dan berenang tanpa mempertimbangkan keselamatan.

Menurutnya, kondisi sungai pada musim kemarau dapat terlihat lebih aman karena permukaan air surut, namun tetap menyimpan risiko berupa perubahan kedalaman, arus, maupun bagian dasar sungai yang licin dan tidak terlihat. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top