Makin Mencekam! Asap Karhutla Telan Sampit, Pagi Hari Warga Mulai Merasakan Bau Sangit

Penulis: Redaksi  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 07:32:25 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Pagi hari di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali diselimuti asap pekat.

Pada Senin 31 Agustus 2026 pagi, kepulan asap tampak menggantung rendah di sejumlah kawasan, membuat suasana kota berubah kelabu dan jarak pandang menjadi terbatas.

Sejak pagi, masyarakat yang mulai beraktivitas harus berhadapan dengan udara yang dipenuhi bau sangit. Jalanan yang biasanya terlihat jelas dari kejauhan tampak samar, sementara kendaraan yang melintas harus bergerak lebih hati-hati.

Kondisi tersebut dirasakan di sejumlah kawasan permukiman, termasuk Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang). Asap yang cukup tebal membuat warga harus menyesuaikan aktivitas, terutama bagi mereka yang harus keluar rumah sejak pagi.

Warga Baamang, Awi, mengatakan asap sudah terasa mengganggu sejak pagi. Selain membuat pandangan terbatas, bau asap yang menyengat membuat aktivitas di luar rumah menjadi tidak nyaman.

“Pagi ini asapnya tebal sekali. Dari rumah saja pandangan ke jalan sudah samar. Kalau berkendara harus pelan karena kendaraan di depan tidak begitu jelas terlihat,” ujar Awi.

Menurutnya, kondisi seperti itu cukup mengkhawatirkan karena banyak masyarakat sudah berada di jalan sejak pagi. Anak-anak berangkat sekolah, pekerja menuju tempat kerja, hingga pedagang mulai menjalankan aktivitas ketika asap masih pekat.

Bagi pengendara, jarak pandang yang pendek menjadi persoalan tersendiri. Mereka harus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kendaraan lain yang muncul dari arah berlawanan maupun dari depan.

Sementara itu, warga Mentawa Baru Ketapang, Asprani, juga merasakan pekatnya asap pada pagi hari. Ia mengatakan udara terasa berbeda karena bau asap begitu kuat dan membuat warga tidak leluasa beraktivitas di luar rumah.

“Baunya sangat sangit dan asapnya terasa masuk ke permukiman. Mau keluar rumah juga tidak nyaman. Kami berharap asap seperti ini cepat hilang karena aktivitas warga sudah terganggu,” kata Asprani.

Kabut asap tidak hanya mengganggu kenyamanan. Masyarakat yang bekerja di luar ruangan harus berhadapan langsung dengan udara berasap selama menjalankan pekerjaan.

Sebagian warga memilih menunda aktivitas hingga asap mulai menipis. Namun bagi masyarakat yang bekerja dengan penghasilan harian, menunda pekerjaan tentu bukan keputusan mudah karena dapat mengurangi waktu untuk mencari nafkah.

Kondisi jalan yang berkabut asap juga membuat pengendara harus lebih berhati-hati. Kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan jarak pandang agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

Pemandangan sejumlah kawasan Sampit pun berubah. Bangunan, pepohonan dan kendaraan dari kejauhan terlihat samar di balik lapisan asap. Matahari pagi seolah tertutup sehingga suasana kota terasa lebih redup.

Kondisi biasanya mulai membaik ketika matahari semakin tinggi. Asap perlahan menipis dan jarak pandang mulai terbuka setelah pagi beranjak menuju siang.

Meski demikian, warga tetap berharap persoalan ini tidak berlangsung terus-menerus. Kabut asap yang datang berulang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi anak-anak serta warga yang harus bekerja di luar ruangan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat meningkatkan pemantauan dan penanganan titik api. Upaya pencegahan juga dinilai penting agar kebakaran tidak terus menghasilkan asap yang menyebar ke permukiman.

Warga juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Pada kondisi cuaca panas dan kering, api dapat dengan mudah menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Kabut asap yang kembali menyelimuti Sampit menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada titik kebakaran. Asapnya dapat menjalar ke permukiman, mengganggu jarak pandang, menghambat aktivitas dan membuat masyarakat harus menjalani pagi dalam kondisi udara yang tidak nyaman.

Warga pun berharap penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan menyeluruh agar Sampit kembali memiliki udara pagi yang bersih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal. (su)

Reporter: Redaksi
Back to top