Karhutla 10 Hektare Landa Kawasan Otorita IKN, Polisi Amankan MDP

Penulis: Redaksi  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 10:26:00 WIB

KALAMANTHANA, Tenggarong – Kawasan Otorita IKN ternyata tak bebas karhutla. Di Desa Loa Duri Ilir saja, muncul 10 titik api. Seorang pria berinisial MDP pun diamankan polisi.

MDP, pria berusia 47 tahun, diamankan aparat Unit Reskrim Polsek Loa Janan. Dia diduga melakukan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan alias karhutla di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Penangkapan terhadap MDP dilakukan Polsek Loa Janan setelah muncul laporan sejumlah titik panas (hot spot) di wilayah tersebut. Jumlahnya pun tidak satu-dua.

Kepala Polsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe, mengatakan pengungkapan dilakukan sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam menangani karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran meluas.

Kasus tersebut terungkap setelah pada Sabtu 29 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, petugas menerima informasi mengenai adanya 10 hotspot dengan koordinat -0.891023, 116.961836 di kawasan Otorita IKN, RT 18, Desa Loa Duri Ilir.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Garangan Polsek Loa Janan yang dipimpin Iptu Dwi Handono bersama tiga personel bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Sekitar pukul 16.00 Wita, petugas mendapati seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan keluar dari kawasan kebun. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan terhadap pria tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, pria tersebut berinisial MDP. Kepada petugas, MDP mengaku telah melakukan pembakaran lahan sekitar 2 hektare pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.

Dalam keterangannya, pembakaran dilakukan menggunakan korek api gas, sementara lahan yang akan dimanfaatkan sebelumnya dirintis menggunakan parang.

Petugas juga menemukan bahwa sebagian lahan tersebut telah ditanami sejumlah bibit tanaman, di antaranya nanas, petai, jengkol dan tanaman lainnya.

Namun, saat petugas mengamankan yang bersangkutan, kobaran api masih terlihat di sekitar lokasi dengan luasan yang diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top