KALAMANTHANA, Sampit – Kepungan asap dan lahan gambut yang terbakar membuat seekor orangutan memilih bertahan di atas pohon di kawasan Hutan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Lokasi tempat orangutan berada berada di ujung Jalan Sawit Raya atau Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 6, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kawasan tersebut merupakan area Hutan Kota Sampit yang saat ini terdampak kebakaran lahan.
Orangutan, satwa dilindungi tersebut, belum turun ke tanah karena area di bawah pohon masih menjadi kawasan terdampak kebakaran. Bahkan setelah api mereda, asap masih keluar dari permukaan gambut di sekitar lokasi.
Situasi itu membuat penyelamatan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit terus mengawasi keberadaan orangutan tersebut sembari menunggu tim rescue yang didatangkan dari Pangkalan Bun.
Menjelang malam, persiapan penyelamatan semakin diperketat. Petugas menyiapkan lampu dan sejumlah perlengkapan agar pemantauan dapat terus dilakukan ketika kondisi lokasi mulai gelap.
Komandan Pos BKSDA Sampit, Muriansyah, mengatakan dirinya sempat kembali ke kota untuk melaksanakan salat Magrib sekaligus mengambil dan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
“Saya baru tiba dilokasi dan ini langsung menyiapkan alat penerangan atau lampu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Setelah seluruh perlengkapan dipastikan siap, petugas kembali menuju lokasi orangutan. Pemantauan dilakukan sambil menunggu tim rescue tiba.
“Peralatan sudah kami siapkan semuanya. Setelah itu kami kembali ke lokasi untuk menunggu tim rescue,” katanya.
Tim rescue dari BKSDA Pangkalan Bun sendiri telah diberangkatkan menuju Sampit sejak sore. Perjalanan tersebut diperkirakan membuat tim baru tiba di lokasi pada malam hari. Perkiraannya sampai sekitar pukul 20.00 atau 21.00 WIB malam ini.
Selama menunggu, petugas memastikan orangutan tetap berada dalam pengawasan. Posisi satwa terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan berpindah dari pohon sebelum tim penyelamat tiba.
Tantangan terbesar berada pada kondisi tanah. Lahan gambut yang terbakar masih menyimpan panas dan mengeluarkan asap meski tidak lagi terlihat kobaran api besar.
Kondisi tersebut membuat akses menuju pohon harus diperhitungkan secara matang. Selain keselamatan petugas, perilaku orangutan juga menjadi pertimbangan agar satwa tidak panik dan justru bergerak menuju kawasan yang lebih sulit dijangkau.
BKSDA menyiapkan proses evakuasi dengan menunggu tim yang memiliki perlengkapan serta kemampuan khusus dalam menangani satwa liar. Setelah tiba, tim akan mengevaluasi kondisi orangutan dan situasi medan sebelum menentukan tindakan penyelamatan. (su)