KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pukul 05.00 WIB, tanda itu berubah dari kuning jadi merah. Itu pertanda kualitas udara Kota Palangka Raya dalam status sangat tidak sehat.
Status kualitas udara Kota Palangka Raya itu meningkat setelah sebelumnya berada dalam kondisi tidak sehat.
Berdasarkan pantauan di situs bmkg.go.id, sejak pergantian hari Sabtu 6 September 2026, kualitas udara Kota Palangka Raya adalah tidak sehat.
Tapi, kualitas udara itu terus mengalami penurunan. Salah satu titik krusialnya muncul pada pukul 05.00 WIB tadi, dengan status sangat tidak sehat.
Dalam ukuran BMKG, tingkat polutan di Kota Palangka Raya kini berada pada angka 156,6 ug/m. Naik cukup tajam dibanding satu jam sebelumnya yang masih 121,6 ug/m.
Dalam perhitungan IQAir, kualitas udara Kota Palangka Raya juga masuk kelompok sangat tidak sehat. Dia kini berada pada indeks 225 AQI US.
IQAir bahkan memperkirakan kualitas udara Kota Palangka Raya akan terus memburuk. Siang nanti, sekitar pukul 13.00 WIB, Kota Cantik bahkan diperhitungkan bisa masuk kualitas udara berbahaya.
Kualitas udara berbahaya itu bahkan sudah dirasakan saat ini oleh sebagian masyarakat Kota Palangka Raya, yakni mereka yang berada di sekitaran kawasan Jalan Tjilik Rwiut.
Stasiun Jalan Tjilik Riwut mencatat kualitas udara di wilayah sekitarnya sudah begitu buruk. Kondisinya masuk status bahaya dengan ukuran 1029 AQI US. (*)