Perajah Motanoi Imbau Masyarakat Adat Dayak Kalteng Tak Bakar Lahan Sembarangan

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 08 September 2026 | 21:35:18 WIB
Pengurus Perajah Motanoi ikut padamkan api akibat Karhutla.

KALAMANTHANA, Palangka Raya — Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Perajah Motanoi mengajak seluruh masyarakat adat Dayak di Kalimantan Tengah untuk bersama-sama menjaga hutan, lahan, dan lingkungan.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Perajah Motanoi, Sulpius Serninus RB, dan Sekretaris Umum, Yustiman I. Dulin, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam serta keberlangsungan kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah.

Masyarakat adat diharapkan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Pembukaan lahan juga diimbau dilakukan melalui cara yang aman dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Hutan adalah warisan leluhur, bukan untuk diabaikan, melainkan dijaga bersama,” ujar Yustiman, Selasa (8/9/2026).

Perajah Motanoi turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap titik api, serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada aparat desa, petugas terkait, atau pihak berwenang.

Bagi masyarakat adat Dayak, hutan bukan sekadar sumber daya alam, melainkan memiliki nilai kehidupan, budaya, dan identitas yang diwariskan secara turun-temurun.

“Mari kita cegah karhutla. Jaga hutan dan gambut, lestarikan kearifan lokal, serta jaga tanah kelahiran kita demi generasi yang akan datang,” tegasnya. (sly)
 

Reporter: Redaksi
Back to top