Antisipasi Diare di Musim Kemarau, Pemkab Kotim Perkuat Layanan Kesehatan

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 10 September 2026 | 08:05:27 WIB
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi.

KALAMANTHANA, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Salah satu perhatian pemerintah adalah mengantisipasi potensi peningkatan penyakit diare seiring berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkab Kotim tidak hanya memastikan masyarakat yang sakit mendapatkan penanganan, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui pelayanan kesehatan dan edukasi pola hidup bersih dan sehat.

Hingga Agustus 2026, Dinkes Kotim mencatat sebanyak 3.546 kasus diare sejak Januari. Meski jumlah tersebut cukup banyak, sebagian besar kasus masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan sejauh ini tidak terdapat laporan kasus diare yang menyebabkan kematian.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan, pemerintah terus mengantisipasi berbagai dampak kesehatan yang mungkin muncul selama musim kemarau, termasuk gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kualitas maupun ketersediaan air.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan mengetahui langkah pencegahannya. Karena itu, kami terus memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, kondisi kemarau membuat sebagian masyarakat berpotensi menghadapi keterbatasan sumber air. Situasi tersebut perlu disikapi dengan memastikan air yang digunakan untuk minum, memasak dan kebutuhan sehari-hari tetap aman.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar air isi ulang tetap dimasak sebelum dikonsumsi sebagai langkah kehati-hatian untuk mencegah kemungkinan kontaminasi bakteri yang dapat memicu gangguan pencernaan.

Selain persoalan diare, Pemkab Kotim turut meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menurunkan kualitas udara.

Kesiapsiagaan dilakukan dengan memastikan fasilitas kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dinkes bahkan telah menginstruksikan fasilitas kesehatan untuk tetap membuka layanan selama 24 jam sehingga masyarakat dapat memperoleh pertolongan apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Kami sudah meminta fasilitas kesehatan tetap memberikan pelayanan selama 24 jam. Obat-obatan dan masker juga disiapkan. Rumah oksigen di puskesmas dan PSC juga menjadi bagian dari kesiapan pelayanan,” jelas Umar.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Kotim dalam menjaga akses pelayanan kesehatan masyarakat, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan menghadirkan tantangan tambahan.

Di tingkat masyarakat, Dinkes terus mendorong upaya pencegahan sederhana namun penting, seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, memastikan air yang dikonsumsi telah diolah dengan baik, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat juga diimbau segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami diare yang tidak kunjung membaik, terutama jika disertai tanda-tanda kekurangan cairan.

Dengan memperkuat pelayanan, kesiapan obat-obatan, penyediaan masker hingga dukungan rumah oksigen, Pemkab Kotim berupaya memastikan masyarakat tetap terlindungi dan mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat selama menghadapi musim kemarau.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengedepankan pencegahan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga berbagai risiko kesehatan selama kemarau dapat diantisipasi sejak dini. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top