KALAMANTHANA, Sampit – Kekayaan budaya dan kesenian daerah menjadi salah satu cara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkenalkan wajah daerah kepada masyarakat internasional.

Hal itu terlihat saat sejumlah anggota Huria Kristen Indonesia (HKI) dari Jerman berkunjung ke Kotim dan menyempatkan diri mengenal lebih dekat budaya serta kesenian yang berkembang di tengah masyarakat.

Pertemuan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Senin (7/9/2026). Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi rombongan untuk melihat kehidupan masyarakat Kotim, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan wawasan lintas negara.

Pj Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, mengatakan keberadaan tamu dari Jerman menjadi momentum bagi daerah untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang selama ini tumbuh dan dijaga masyarakat.

Menurutnya, budaya memiliki kekuatan untuk memperkenalkan sebuah daerah tanpa harus dibatasi jarak maupun perbedaan bahasa.

“Kami tentu senang melihat adanya kunjungan dari Jerman yang ingin mengenal budaya dan kesenian di Kotim. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa daerah ini memiliki kekayaan budaya yang menarik untuk dikenal lebih luas,” ujar Umar, Rabu (9/9/2026)

Ia menjelaskan, interaksi langsung antara masyarakat Kotim dan tamu dari luar negeri dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi kedua pihak. Masyarakat lokal dapat memperkenalkan tradisi dan kesenian yang dimiliki, sementara para tamu juga membawa pengalaman serta perspektif dari lingkungan mereka.

Umar menilai pola pertemuan seperti ini penting karena pengenalan daerah tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan promosi formal. Interaksi antarmasyarakat justru dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kehidupan dan karakter suatu daerah.

“Yang diperkenalkan bukan hanya kesenian atau tradisinya, tetapi juga nilai-nilai yang ada di balik budaya tersebut. Dari situ orang luar bisa memahami bagaimana masyarakat Kotim hidup, berinteraksi dan menjaga warisan budayanya,” jelasnya.

Pemkab Kotim juga memberikan fasilitasi selama kunjungan berlangsung agar rombongan dapat memperoleh kesempatan untuk mengenal daerah secara lebih dekat.

Bagi pemerintah daerah, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka koneksi Kotim dengan masyarakat dari berbagai negara. Hubungan yang terbangun melalui kebudayaan diharapkan dapat berkembang menjadi pertukaran pengetahuan maupun pengalaman yang lebih luas.

Umar mengatakan, Kotim memiliki beragam potensi budaya yang layak mendapat ruang lebih besar untuk diperkenalkan, termasuk kepada masyarakat di luar daerah bahkan mancanegara.

“Kami berharap kunjungan seperti ini tidak berhenti sebatas pertemuan. Semakin banyak orang yang mengenal budaya Kotim, semakin terbuka pula kesempatan bagi daerah untuk dikenal dari sisi lain yang kita miliki,” katanya.

Ia menambahkan, budaya dapat menjadi salah satu kekuatan untuk membangun citra positif daerah. Ketika masyarakat dari luar datang dan berinteraksi secara langsung, mereka tidak hanya melihat sebuah wilayah, tetapi juga mengenal masyarakat beserta nilai-nilai yang hidup di dalamnya.

“Kita ingin Kotim dikenal bukan hanya karena wilayahnya, tetapi juga karena masyarakat, budaya dan keseniannya. Dari Kotawaringin Timur, kita bisa memperkenalkan kekayaan daerah kepada dunia,” pungkasnya. (su)