Warga dan PT BAP Belum Sepakat, Polemik Plasma 20 Persen Kini Tunggu Sikap Bupati Seruyan

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 10 September 2026 | 09:08:29 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Buntunya jalan tengah warga Seruyan dan PT BAP (Binasawit Abadi Pratama) soal realisasi plasma 20 persen, membuat warga kecewa. Kini mereka menyandarkan harapan kepada Bupati Seruyan.

Pertemuan antara masyarakat dan manajemen PT BAP di Hotel Aquarius Sampit, Rabu (9/9/2026), belum mampu mempertemukan tuntutan warga dengan skema yang ditawarkan perusahaan.

Masyarakat tetap bersikukuh meminta plasma 20 persen direalisasikan dalam bentuk lahan, sementara pihak PT BAP masih menawarkan skema Kemitraan Usaha Perkebunan (KUP).

Kini, tekanan masyarakat mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Seruyan. Bupati Seruyan diminta turun langsung mengambil peran dalam penyelesaian persoalan tersebut agar tuntutan warga tidak kembali berhenti pada forum dialog tanpa keputusan.

Ketua Pengawas Koperasi Sangking Bahanyi Bangkal, Sapriyadi, mengatakan hasil pertemuan belum memberikan jawaban yang diharapkan masyarakat. Menurutnya, posisi warga tetap tidak berubah sejak awal.

“Kami kecewa karena pertemuan ini belum menghasilkan keputusan yang memberikan kepastian,” kata Sapriyadi usai pertemuan dengan manajemen PT BAP di Hotel Aquarius Sampit, Rabu sore.

Dalam pertemuan itu, PT BAP masih menawarkan KUP, sedangkan masyarakat tetap meminta plasma 20 persen dalam bentuk lahan.

Menurutnya, masyarakat ingin mendapatkan kejelasan mengenai alasan perusahaan belum merealisasikan plasma 20 persen dalam bentuk lahan.

Warga juga meminta pemerintah memastikan persoalan tersebut dilihat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa plasma 20 persen dalam bentuk lahan belum bisa diwujudkan. Kami melihat ada aturan yang menjadi dasar tuntutan masyarakat. Karena itu, kami meminta pemerintah daerah ikut memastikan persoalan ini,” ujarnya. (*)

Reporter: Redaksi
Back to top