Pengembang Raksasa Summarecon Terseret OTT ATR/BPN Terkait Pengurusan HGB

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 15 September 2026 | 07:07:41 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Nama pengembang raksasa PT Summarecon Agung Tbk terseret dalam OTT ATR/BPN yang dilakukan KPK.

KPK menduga PT Summarecon Agung Tbk terkait dengan operasi tangkap tangan alias OTT ATR/BPN yang menjerat direktur jenderal pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan dua kepala Kantor Pertanahan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan PT Summarecon Agung Tbk diduga terkait OTT tersebut dalam pengurusan hak guna bangunan (HGB).

“Di wilayah Kabupaten Bogor ini pihaknya yaitu Summarecon,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Ketika ditanya apakah ada petinggi PT Summarecon Agung Tbk yang terjerat dalam OTT tersebut, Budi mengatakan KPK akan menyampaikan hal tersebut pada kesempatan berikutnya.

“Untuk detailnya, nanti kami sampaikan ya,” katanya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi melakukan OTT ke-20 sepanjang 2026. OTT tersebut terkait dugaan korupsi dalam pengurusan HGB.

KPK mengatakan telah menangkap 17 orang dalam OTT tersebut, dan di antaranya adalah Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, dan Kepala Kantah Kota Tangerang Tardi.

Kemudian, Ketua DPP Partai Golkar Fahd Arafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

Sementara dari OTT tersebut, KPK menyita barang bukti uang tunai berbentuk rupiah dan mata uang asing yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Adapun uang tersebut dibungkus atau dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang jumlahnya sekitar 20-an buah.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top