Parah! Hanya Beberapa Meter ke Depan, Jalanan di Sampit Tiba-tiba Seperti Lenyao

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:45:59 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Hanya beberapa meter di depan, jalan sudah seperti lenyap. Kendaraan yang melintas terlihat samar, sementara objek di pinggir jalan perlahan menghilang ditelan kepungan asap.

Situasi mencekam itu terjadi di sejumlah ruas jalan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Jumat 2 Oktober 2026 pagi.

Kabut asap yang turun cukup pekat membuat jarak pandang pengendara merosot drastis. Kondisinya bukan lagi sekadar mengganggu pandangan, tetapi membuat pengendara harus ekstra waspada setiap kali melaju.

Di kawasan Bundaran KB Sampit, tebalnya asap membuat bundaran yang menjadi salah satu penanda kawasan tersebut nyaris tidak terlihat. Bahkan, objek yang berada sekitar lima meter di depan mata sudah sulit dikenali.

“Pagi ini asapnya tebal sekali. Bundaran KB saja hampir tidak kelihatan, padahal jaraknya cuma sekitar lima meter. Pandangan ke depan mungkin tidak sampai 10 meter,” ujar seorang warga yang melintas, Slamet.

Situasi tersebut membuat pengendara tidak bisa leluasa mempertahankan kecepatan. Setiap kendaraan yang muncul dari arah depan baru dapat terlihat ketika sudah berada cukup dekat.

Bagi pengendara roda dua, kondisi itu terasa lebih mengkhawatirkan. Selain harus berkonsentrasi mencari batas jalan, mereka juga perlu mengantisipasi kendaraan lain yang muncul secara tiba-tiba dari balik asap.

Lampu kendaraan menjadi salah satu cara agar keberadaan kendaraan lebih mudah diketahui. Pengendara juga diminta menjaga jarak dan mengurangi kecepatan ketika pandangan mulai terhalang.

“Kalau memang harus melintas, lampu kendaraan sebaiknya dinyalakan. Kondisinya benar-benar sulit melihat ke depan, jadi jangan sampai memaksakan kecepatan,” katanya.

Kepungan asap tidak berhenti di kawasan perkotaan. Kondisi serupa juga dilaporkan dari sejumlah wilayah kecamatan di Kotim.

Asap yang menggantung rendah membuat beberapa ruas jalan berubah menjadi jalur dengan pandangan terbatas. Jarak antara kendaraan satu dengan lainnya menjadi sulit diperkirakan secara kasatmata.

Situasi tersebut menjadi perhatian terutama bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan pagi menuju tempat kerja, sekolah, pasar maupun aktivitas lainnya.

Di tengah kondisi seperti itu, perjalanan beberapa kilometer dapat terasa jauh lebih berisiko karena pengendara tidak memiliki ruang pandang yang cukup untuk mengantisipasi hambatan di depan.

Kondisi ini juga kembali memperlihatkan dampak kabut asap yang masih membayangi Kotim. Setelah sebelumnya sejumlah wilayah sempat diguyur hujan, asap kembali terlihat pekat di beberapa kawasan.

Warga berharap hujan kembali turun dengan intensitas yang mampu membantu mengurangi asap sekaligus menekan titik-titik kebakaran yang masih menghasilkan kepulan asap.

Sementara bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar rumah, kewaspadaan menjadi hal utama. Pengendara diminta tidak memaksakan perjalanan apabila jarak pandang semakin memburuk.

Sebab dalam kondisi pandangan hanya beberapa meter, kendaraan atau hambatan di depan bisa muncul begitu cepat—bahkan ketika pengendara belum sempat mengantisipasinya. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top