KALAMANTHANA, Muara Teweh – Mengenang Nadalsyah tidaklah sekadar kemajuan infrastruktur. Terpenting, dia mampu meningkatkan kualitas warga Kabupaten Barito Utara.
Nadalsyah, mantan Bupati Baritoi Utara yang akrab disapa Koyem, meninggal dunia pada Senin 5 Oktober 2026. Dia menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 19.11 WIB.
Nadalsyah dikenal sebagai mantan Bupati Barito Utara yang menjabat selama dua periode. Dia memimpin Bumi Iya Mulik Bengkang Turan pada 2013-2018 dan 2018-2023.
Nadalsyah, faktanya, tak hanya berhasil membangun infrastruktur di wilayah Kabupaten Barito Utara. Pembangunan jembatan, bandara baru, dan RSUD Muara Teweh adalah bagian dari buktinya.
Lebih penting lagi, Nadalsyah adalah memiliki kemampuan meningkatkan kualitas warga Barito Utara. Barito Utara kini menjadi kabupaten dengan indeks pembangunan manusia (IPM) dengan status capaian tinggi.
Saat pertama kali menjadi Bupati Barito Utara pada 2013, Nadalsyah mendapat limpahan IPM dalam status sedang dari pemerintahan sebelumnya.
Jika pada periode pertama kepemimpinannya dia mengangkat angka IPM, pada periode kedua dia mampu mendongkraknya. Tepat pada 2019, level capaian IPM Barito Utara mulai masuk kategori tinggi, yakni 70,52.
Saat Nadalsyah meninggalkan posisinya sebagai Bupati Barito Utara pada 2023, IPM Barito Utara mencapai 72,71. Pada periode kedua itu, dia mendongkrak IPM Barito Utara dengan kisaran 3 poin.
Melonjaknya kualitas hidup masyarakat Barito Utara didorong oleh perbaikan akumulatif pada dimensi umur panjang dan hidup sehat (UHH), pengetahuan (Harapan Lama Sekolah & Rata-rata Lama Sekolah), serta standar hidup layak (pengeluaran per kapita).
Rata-rata lama sekolah di Barito Utara yang hanya baru lulus SD alias 8 tahun saat dia mulai memimpin, saat dia menyelesaikan tugasnya sudah naik menjadi kelas IX SMP atau hampir lulus.
Begitupun angka harapan hidup masyarakat Barito Utara terus meningkat dan mencapai 73,58 tahun saat dia meninggalkan kursi Bupati Barito Utara. (*)