Kabut Asap Pekat, Lapas Narkotika Kasongan Pantau Kesehatan Warga Binaan

Penulis: Huda  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:21:55 WIB
Lapas Narkotika Kasongan melakukan kontrol kesehatan warga binaan untuk mengantisipasi dampak kabut asap dan gangguan pernapasan.

KALAMANTHANA, Kasongan - Mengantisipasi dampak kabut asap pekat terhadap kesehatan warga binaan, Tim CLBK Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan melaksanakan kontrol kesehatan atau trolling di lingkungan lapas, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan warga binaan di tengah kualitas udara yang berpotensi menurun akibat kabut asap. Petugas memeriksa kondisi warga binaan secara langsung sekaligus mengidentifikasi mereka yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

Selain pemantauan rutin, kegiatan tersebut menjadi langkah pencegahan terhadap berbagai keluhan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap, seperti batuk, iritasi mata, dan gangguan pernapasan.

Pelayanan kesehatan yang responsif dinilai penting di lingkungan pemasyarakatan. Hal ini mengingat perlindungan kesehatan merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi memengaruhi kesehatan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Batara Hutasoit, menegaskan pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan warga binaan selama kabut asap masih berlangsung.

“Kesehatan warga binaan merupakan salah satu prioritas kami. Di tengah kondisi kabut asap, pemantauan kesehatan perlu dilakukan secara berkala agar kondisi warga binaan dapat diketahui dan keluhan kesehatan dapat segera ditindaklanjuti. Kami juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengoptimalkan upaya pencegahan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Melalui kegiatan kontrol kesehatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan berupaya memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau. Upaya pencegahan dan penanganan dini juga diharapkan dapat berjalan optimal selama kabut asap menyelimuti wilayah tersebut. (*).

Reporter: Huda
Back to top