KALAMANTHANA, Sampit – Penemuan benda asing berukuran besar di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memunculkan tanda tanya. Benda yang dipenuhi kabel itu ditemukan di dalam parit, sehari setelah suara dentuman keras menggemparkan sejumlah wilayah di Kotim.
Video penemuan benda tersebut beredar di media sosial pada Senin (19/10/2026) pagi. Bentuknya yang menyerupai bagian badan pesawat atau helikopter membuat orang yang merekamnya kebingungan mengenali benda tersebut.
Lokasi penemuan berada di blok G/F 3839. Seorang karyawan PT Agro Bukit, Karmansyah, membenarkan adanya temuan itu. Berdasarkan informasi yang diterimanya, benda tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan yang sedang berburu burung sekitar pukul 06.30 WIB.
Saat ditemukan, benda itu berada di dalam parit perkebunan. Ukurannya diperkirakan mencapai enam meter dengan berat hampir 100 kilogram. Proses pengangkatannya melibatkan sekitar 20 orang karena bobot dan ukurannya cukup besar.
Dalam video yang beredar, benda tersebut tampak tergeletak di antara tanaman kelapa sawit. Bagian-bagiannya menyerupai struktur badan pesawat, dengan sejumlah kabel yang terlihat saling terhubung.
Secara fisik, benda itu disebut menyerupai material baja ringan. Pada beberapa bagian terlihat bekas pengelasan, tetapi tidak ditemukan tulisan atau tanda pengenal yang dapat menunjukkan asal-usulnya.
Karmansyah mengatakan, benda tersebut tidak memiliki identitas yang bisa langsung dikenali. Kondisi itu membuat asal-usul maupun fungsi benda tersebut masih menjadi tanda tanya.
“Tidak ada tulisan atau tanda pengenal. Bentuknya seperti benda rakitan, dengan bekas pengelasan dan kabel-kabel penyambung,” ujarnya.
Penemuan tersebut menjadi sorotan karena terjadi sehari setelah warga di sejumlah wilayah Kotim mendengar suara dentuman keras pada Minggu (18/10/2026) petang. Suara nyaring yang disusul gemuruh itu sempat mengundang kebingungan dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Kemunculan benda asing di perkebunan sawit kemudian memunculkan dugaan adanya kaitan antara kedua peristiwa tersebut. Namun, hingga kini belum ada bukti yang memastikan bahwa benda itu merupakan sumber dentuman atau berasal dari suatu kejadian di udara.
Dari rekaman yang beredar, tidak terlihat lubang pada tanah maupun bekas terbakar di sekitar lokasi benda ditemukan. Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup untuk menjelaskan bagaimana benda itu bisa berada di dalam parit perkebunan.
Identitas benda tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Bentuknya yang menyerupai bangkai pesawat atau helikopter belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa benda itu benar-benar bagian dari kendaraan udara.
Di tengah ramainya dugaan yang berkembang, dua pertanyaan masih belum terjawab: dari mana benda itu berasal dan apakah benar memiliki hubungan dengan dentuman keras yang terdengar sehari sebelumnya. (Su).