KALAMANTHANA, Sampit – Suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026) petang, membuat warga geger. Bunyi nyaring yang disusul suara bergemuruh itu ramai diperbincangkan di media sosial, terlebih setelah sejumlah warga mengaku merasakan getaran pada kaca rumah mereka.

Warga dari beberapa wilayah kecamatan melaporkan mendengar suara yang tidak biasa tersebut. Sebagian mengaku sempat mengira bunyi itu berasal dari aktivitas kendaraan atau pekerjaan di sekitar permukiman.

Salah seorang warga, Vina, mengaku terkejut saat mendengar dentuman yang begitu keras selepas Magrib.

"Tadi terdengar suara dentuman keras sekali. Awalnya saya kira suara truk yang sedang menguruk. Ada juga yang mendengar suara itu setelah Magrib?" tulisnya melalui Facebook.

Pengalaman serupa dialami Wiwik. Ia menyebut dentuman tersebut cukup kuat hingga membuat kaca rumahnya bergetar. Setelah suara utama terdengar, masih ada gemuruh panjang yang menyerupai guntur.

"Suaranya keras sampai kaca ikut bergetar. Waktu saya keluar untuk melihat, suara itu seperti berasal dari langit. Setelah dentuman, masih terdengar gemuruh seperti guntur yang memanjang. Sampai sekarang saya belum tahu suara apa itu," tulisnya.

Laporan warga menyebut suara tersebut terdengar di sejumlah kecamatan, di antaranya Cempaga Hulu, Telawang, Mentawa Baru Ketapang, dan Baamang.

Sejumlah warga juga mengaku melihat objek di langit pada waktu kejadian. Namun, belum ada informasi yang dapat memastikan hubungan objek tersebut dengan dentuman yang terdengar.

Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali, S.Tr.Met., mengatakan pihaknya masih menelusuri kejadian tersebut untuk mengetahui sumber suara. Ia menegaskan, belum ada kepastian apakah dentuman itu berkaitan dengan meteor atau benda lain yang memasuki atmosfer Bumi, termasuk sampah antariksa (space debris).

"Kami belum dapat memastikan sumber suara tersebut. Saat ini masih dilakukan penelusuran dan analisis untuk mengetahui apakah fenomena itu berkaitan dengan meteor atau sampah antariksa," ungkap Ibnu.

Menurutnya, diperlukan analisis lebih lanjut sebelum penyebab dentuman dapat disimpulkan. Karena itu, dugaan mengenai meteor maupun sampah antariksa belum bisa dipastikan sebagai pemicu kejadian tersebut.

Hingga berita ini ditulis, sumber dentuman keras yang menghebohkan warga Kotim itu masih belum diketahui secara pasti. (Su).