KALAMANTHANA, Sampit - Kedai Tukuiki di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga menjadi sasaran pencurian pada Rabu (21/10/2026) dini hari. Sejumlah peralatan usaha dilaporkan hilang, sementara aksi seorang pria yang diduga terlibat terekam kamera pengawas (CCTV).
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.43 WIB, ketika kondisi di sekitar lokasi sepi. Dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial, seorang pria mengenakan jaket dan celana jeans terlihat masuk melalui bagian bangunan yang diduga telah dibobol.
Setelah berada di dalam kedai, pria tersebut tampak mengambil sejumlah barang. Namun, identitas orang dalam rekaman itu belum diketahui.
Sejumlah barang yang dilaporkan hilang meliputi tabung gas, mesin cup sealer atau alat penyegel gelas plastik, alat pemeras jeruk, hingga bor. Peralatan tersebut biasa digunakan untuk menunjang kegiatan operasional kedai.
Hilangnya berbagai perlengkapan itu berpotensi menimbulkan kerugian bagi pemilik usaha. Selain harus mengganti barang yang hilang, keterbatasan peralatan juga dapat mengganggu aktivitas berjualan.
Latif, teman korban, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya belum mengetahui identitas pria yang terekam kamera pengawas.
“Memang benar terjadi pencurian di kedai itu. Beberapa barang hilang, tetapi kami belum mengetahui siapa orang yang diduga masuk dan mengambilnya,” ujar Latif.
Ia menambahkan, sosok dalam rekaman CCTV tersebut belum dikenali sehingga identitas orang yang diduga terlibat belum dapat dipastikan.
“Kami belum mengetahui identitasnya. Orang yang ada dalam rekaman CCTV itu belum kami kenali,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, kejadian tersebut disebut belum dilaporkan kepada pihak berwajib. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait dugaan pencurian tersebut.
Rekaman CCTV diharapkan dapat membantu penelusuran kronologi apabila kasus ini ditindaklanjuti. Sementara itu, pemilik usaha diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan seluruh akses masuk terkunci, menyimpan peralatan berharga di tempat aman, serta memeriksa kondisi bangunan sebelum dan sesudah kegiatan usaha.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko pencurian, terutama ketika tempat usaha ditinggalkan dalam keadaan kosong pada malam hari. (Su)