KALAMANTHANA, Balikpapan – Pria asal Telemow, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara itu akhirnya minta maaf. Dia, Briptu Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

Asky Rizal Tobing, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah video yang memperlihatkan sikap arogannya terhadap sejumlah mahasiswa viral di media sosial.

Insiden melibatan Asky Rizal Toding tersebut terjadi di halaman Masjid Nurul Mu'minin, lingkungan Pemprov Kaltim, Senin (19/10/2026), saat mahasiswa melakukan aksi demonstrasi.

Dalam pernyataan resminya, Asky Rizal Toding mengakui kesalahannya dan menegaskan bahwa tindakannya dilakukan secara spontan tanpa instruksi dari pihak mana pun.

“Saya menyadari tindakan tersebut adalah kesalahan dan tidak dibenarkan. Saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tidak ada instruksi dari siapa pun. Saya berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut,” ujar Asky.

Asky adalah pria yang berawal dari Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Meskipun berdasarkan informasi data diri yang beredar dia lahir di Balikpapan pada 21 Juli 1994, Asky disebut-sebut berasal dari Dese Temelow, Penajam Paser Utara.

Saat ini dia merupakan anggota korps Bhayangkara dengan pangkat Briptu, yang merupakan jenjang bintara tingkat dua di kepolisian.

Secara administratif, dia sebenarnya merupakan personel dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur, namun ditugaskan melakukan pengawalan melekat untuk Gubernur Kalimantan Timur.

Aksi tersebut menuai kecaman warganet hingga memunculkan desakan agar Pemprov Kaltim mengevaluasi sikap dan profesionalisme jajaran pengawal pejabat publik. (*)