Kabut Asap Meluas, Warga Diimbau Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Penulis: Huda  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:38:00 WIB
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik

KALAMANTHANA, Palangka Raya  - Kesiapan fasilitas kesehatan menjadi perhatian DPRD Kota Palangka Raya di tengah penurunan kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 11 puskesmas telah disiapkan dengan ruang oksigen untuk mengantisipasi potensi peningkatan gangguan pernapasan masyarakat.

Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik, mengatakan kesiapan layanan kesehatan perlu diperkuat seiring risiko paparan asap yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan warga.

“Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).

Sebelas puskesmas yang memiliki ruang oksigen tersebut meliputi Puskesmas Pahandut, Bukit Hindu, Jekan Raya, Panarung, Marina Permai, Kereng Bengkirai, Kalampangan, Menteng, Tangkiling, Rakumpit, dan Kayon.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk. Selain itu, Dinkes mengoptimalkan pelayanan kesehatan melalui puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan.

“Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya warga yang mengalami keluhan pernapasan,” ujarnya.

Salundik menilai kesiapan tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan atau keluhan pernapasan.

Kasus ISPA Dipantau Setiap Hari

Selain menyiapkan fasilitas pelayanan, Dinkes Kota Palangka Raya juga melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Data kasus ISPA dipantau dan dilaporkan setiap hari sebagai bagian dari upaya memantau kondisi kesehatan masyarakat di tengah potensi memburuknya kualitas udara akibat karhutla.

Salundik mendorong kesiapan fasilitas kesehatan terus dijaga agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat segera memperoleh penanganan.

“Kami mendorong kesiapan fasilitas kesehatan agar masyarakat yang terdampak kabut asap dapat segera memperoleh penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.

Di sisi lain, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Warga juga disarankan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah sebagai upaya mengurangi paparan asap.

Dengan kesiapan fasilitas kesehatan, pemantauan kasus ISPA, serta kewaspadaan masyarakat, penanganan dampak kabut asap diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (Mit).

Reporter: Huda
Back to top