Pemkab Kotim Bergerak Tangani Karhutla, Warga Terdampak Disiapkan Bantuan Pangan

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:40:07 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Karhutla di Kotawaringin Timur tak hanya menjadi tantangan dalam pemadaman, tetapi juga membawa dampak bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus melakukan penanganan di lapangan sekaligus menyiapkan langkah untuk membantu warga yang terdampak.

Salah satu wilayah yang mengalami kebakaran berada di Gang Dahlia, Desa Bagendang Hilir. Api membakar kebun karet dan sejumlah kebun sawit milik warga yang selama ini menjadi bagian dari sumber penghidupan mereka.

Bagi masyarakat yang mengandalkan hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kebakaran menjadi persoalan yang tidak ringan.

Selain menghadapi kerusakan lahan dan tanaman, warga juga harus memikirkan keberlanjutan penghasilan setelah kebun mereka terdampak.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pejabat terkait turun langsung meninjau lokasi kebakaran untuk melihat situasi di lapangan dan mengetahui kendala yang dihadapi petugas.

Dalam penanganan karhutla di Bagendang Hilir, keterbatasan pasokan air menjadi salah satu hambatan utama. Jarak sumber air dari titik kebakaran, ditambah angin kencang dan kondisi tanah gambut, membuat upaya pemadaman membutuhkan penanganan ekstra.

Karakteristik lahan gambut juga membuat proses pemadaman harus dilakukan secara cermat. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali menyala apabila bara belum sepenuhnya padam. Karena itu, petugas gabungan terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke area perkebunan lainnya.

Halikinnor mengatakan, ketersediaan air menjadi tantangan yang perlu dihadapi petugas dalam proses pemadaman. Meski demikian, upaya penanganan terus dilakukan untuk menekan risiko meluasnya kebakaran.

“Kendala utama yang kita hadapi saat ini adalah suplai air. Petugas sudah berupaya maksimal melakukan pemadaman, tetapi ketersediaan air di lokasi menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 25 Oktober 2026.

Selain berfokus pada pengendalian api, Pemkab Kotim juga memperhatikan kondisi warga yang terdampak. Pendataan direncanakan untuk mengetahui masyarakat yang mengalami kerugian akibat kebakaran sekaligus menjadi dasar dalam menentukan bantuan sesuai kebutuhan.

Bantuan pangan, termasuk beras, disiapkan melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Penyalurannya direncanakan berdasarkan hasil pendataan agar bantuan dapat diarahkan kepada warga yang membutuhkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak karhutla yang tidak hanya menyangkut kondisi lingkungan, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Sebab, ketika kebun yang menjadi sumber penghasilan terbakar, dampaknya dapat dirasakan hingga kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah daerah berharap pendataan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi warga terdampak. Dengan demikian, langkah bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang mengalami kerusakan kebun dan berpotensi kehilangan pendapatan.

Karhutla sendiri tidak hanya terjadi di Bagendang Hilir. Sejumlah wilayah lain di Kotim, di antaranya Kecamatan Seranau, Kota Besi, dan Cempaga, juga dilaporkan mengalami kebakaran. Situasi ini membuat upaya pencegahan dan kewaspadaan perlu terus ditingkatkan, baik oleh petugas maupun masyarakat.

Di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar, masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama untuk mencegah kebakaran semakin meluas dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat. Selain pemadaman, perhatian terhadap warga yang terdampak menjadi bagian penting agar mereka tidak menghadapi kesulitan sendirian ketika sumber penghidupannya ikut terbakar.

Melalui upaya pemadaman, pendataan masyarakat, dan rencana bantuan pangan, Pemkab Kotim berupaya menangani dampak karhutla secara bertahap. Harapannya, kebakaran dapat segera dikendalikan dan warga yang terdampak memperoleh perhatian sesuai kebutuhan, sehingga proses pemulihan kehidupan mereka dapat berjalan dengan lebih baik. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top