Nyawa Kembali Melayang di Jalanan Kotawaringin Timur, Penunggang Motor Tewas Kecelakaan

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:17:30 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di kawasan jembatan penyeberangan Cempaka Mulia Barat–Cempaka Mulia Timur, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa (27/10/2026) malam, berujung duka. Seorang pengendara meninggal dunia setelah mengalami luka serius dalam insiden tersebut.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan itu turut menyoroti kondisi penerangan jalan di sekitar lokasi. Kawasan yang minim pencahayaan tersebut diharapkan mendapat perhatian agar pengguna jalan dapat melintas dengan lebih aman, terutama pada malam hari.

Warga setempat, Via, mengatakan kecelakaan terjadi selepas Magrib. Insiden itu melibatkan dua sepeda motor, tetapi kronologi lengkap tabrakan belum diketahui secara terperinci.

“Informasi yang kami terima, kecelakaan terjadi di sekitar jembatan penghubung Cempaka Mulia Barat dan Cempaka Mulia Timur pada Selasa malam, korban terluka dibagian leher hingga kepala,” kata Via.

Setelah kejadian, korban dievakuasi ke Puskesmas Cempaka Mulia untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, lantaran mengalami luka serius, korban direncanakan dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit.

Nahas, korban meninggal dunia saat masih dalam perjalanan menuju rumah sakit, tepatnya di sekitar kawasan Samekto hingga Terowongan Nur Mentaya Sampit.

Di tengah peristiwa tersebut, kondisi penerangan jalan di sekitar lokasi menjadi perhatian warga. Minimnya pencahayaan dinilai perlu mendapat perhatian, mengingat kawasan itu tetap dilalui masyarakat saat malam hari.

Via berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian agar penerangan di sekitar lokasi lebih memadai dan membantu pengendara melihat situasi jalan dengan lebih jelas.

“Kalau malam, penerangan di sekitar lokasi memang minim. Harapannya, lampu jalan bisa ditambah supaya pengendara lebih terbantu saat melintas,” ungkapnya.

Penerangan yang memadai dapat membantu meningkatkan jarak pandang pengendara, mengenali kendaraan dari arah berlawanan, serta mengantisipasi kondisi jalan. Meski demikian, minimnya penerangan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kecelakaan tersebut.

Kronologi lengkap dan faktor yang memicu tabrakan kedua sepeda motor itu masih belum diketahui secara pasti. Karena itu, diperlukan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang untuk memastikan penyebab kejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika berkendara pada malam hari. Menjaga kecepatan, memastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik, dan memperhatikan kondisi sekitar merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Di sisi lain, harapan warga terhadap perbaikan penerangan jalan menjadi perhatian yang patut ditindaklanjuti agar kawasan tersebut lebih nyaman dan aman dilalui masyarakat. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top