Buaya Ukuran Besar Muncul di Sungai Cempaga, Begini Peringatan BKSDA Sampir

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:58:09 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Kemunculan buaya berukuran besar di perairan Sungai Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya di sekitar aliran sungai.

Selain meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, kebiasaan membuang bangkai hewan ke sungai juga perlu dihentikan karena berpotensi menarik predator mendekati permukiman.

Komandan Pos Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Muriansyah, mengatakan laporan kemunculan buaya sebelumnya telah diterima dari sejumlah desa di Kecamatan Cempaga. Lokasi tersebut meliputi Desa Sungai Paring, Cempaka Mulia Timur, dan Cempaka Mulia Barat.

Laporan terbaru menyebutkan buaya berukuran besar terlihat di permukaan Sungai Cempaga, tepatnya di kawasan Desa Sungai Paring, sekitar tiga hari sebelum Kamis (29/10/2026). Buaya tersebut terlihat bergerak menuju arah Cempaka Mulia.

Kemunculan predator di kawasan itu menjadi perhatian karena sungai masih digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Sementara itu, keberadaan buaya tidak selalu mudah diketahui ketika berada di bawah permukaan air.

Muriansyah mengingatkan masyarakat agar tidak lengah ketika beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari. Kondisi gelap dan terbatasnya jarak pandang dapat menyulitkan pemantauan lingkungan sekitar, sehingga masyarakat perlu mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melakukan aktivitas di perairan.

Selain kewaspadaan, faktor lingkungan di sekitar permukiman juga perlu diperhatikan. Muriansyah mengimbau masyarakat agar tidak membuang bangkai hewan ke sungai karena dapat menjadi sumber makanan yang menarik perhatian buaya.

Kebiasaan memelihara ternak di lokasi yang berbatasan langsung dengan perairan juga perlu diantisipasi. Kandang ayam atau itik yang ditempatkan di belakang maupun kolong rumah dekat sungai berpotensi membuat sumber makanan berada dekat dengan habitat predator tersebut.

“Jangan membuang bangkai hewan ke sungai. Kami juga mengimbau agar tidak memelihara ayam atau itik di belakang maupun kolong rumah yang dekat dengan perairan karena bisa menarik buaya mencari makanan hingga mendekati permukiman,” imbau Muriansyah.

Laporan kemunculan buaya di beberapa desa tersebut menjadi alasan bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Cempaga untuk lebih berhati-hati. Kewaspadaan perlu diterapkan bukan hanya di lokasi terakhir buaya terlihat, tetapi juga di kawasan perairan yang pernah dilaporkan menjadi tempat kemunculannya.

Masyarakat diharapkan menghindari aktivitas berisiko, khususnya saat kondisi sekitar sulit dipantau. Tidak membuang bangkai hewan ke sungai, mengatur lokasi pemeliharaan ternak, serta menjaga jarak aman dari perairan menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi potensi perjumpaan dengan buaya. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top