Kabupaten Purwakarta Kini Punya Kota Hidup Setelah HWB Serah Terima 1.500 unit Hunian Terjangkau

Penulis: Redaksi  •  Senin, 02 November 2026 | 13:09:07 WIB
Serah terima 1.500 unit hunian terjangkau dari pengembang HWB kepada pemerintah daerah

KALAMANTHANA, Purwakarta - Sebuah kawasan hunian baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kini telah hadir di Kabupaten Purwakarta. Hunian tersebut, berlokasi di Kecamatan Bungursari.

Hunian berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas.

Tidak hanya terjangkau, hunian ini berada dalam kawasan terencana dengan infrastruktur lengkap dan konsep komunitas yang terpadu.

Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta, begitulah area pemukiman baru ini diberi nama. Ini, merupakan sebuah kawasan yang tidak hanya tumbuh dari hunian-hunian yang dibangun, akan tetapi juga dari kehidupan yang perlahan terbentuk di dalamnya.

Kawasan hunian tersebut, diluncurkan pada akhir 2025. Sejak Februari 2026 kemarin, sudah terbangun sebanyak 1.500 hunian.

HWB Purwakarta menjadi model dan prototipe yang dapat direplikasi secara nasional untuk mendukung percepatan program perumahan pemerintah.

Saat ini, kawasan tersebut mulai memasuki tahap serah terima. Sebanyak 1.500 unit hunian di area tersebut, telah diserah terimakan dari pengembang ke pemerintah daerah.

Dalam kegiatan serah terima unit, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin menyampaikan, kehadiran HWB bukan semata pada jumlah hunian yang dibangun, melainkan juga dari kualitas lingkungan dan manfaatnya bagi masyarakat sekitar.

"Kami berharap proses pembangunan dan serah terima terus berjalan baik sehingga semakin banyak keluarga dapat menempati hunian yang layak dan nyaman," ujar Entin.

Dalam kegiatan serah terima itu, juga turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi.

Didi menekankan perlunya pembangunan yang tertata dan didukung infrastruktur memadai, mulai dari akses jalan hingga drainase, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.

"Keduanya menempatkan keberlanjutan pembangunan sebagai bagian penting dari pertumbuhan kawasan," jelas dia.

Di kesempatan sama, Camat Bungursari Wita Gusrianita menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, bagi masyarakat di sekitar kawasan, perkembangan HWB Purwakarta juga membuka peluang baru.

"Kami melihat potensi kawasan ini sebagai pusat aktivitas baru yang dapat menggerakkan kegiatan ekonomi sekaligus menghadirkan pilihan hiburan bagi warga," tegas dia.

Senada dengan itu, Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin menilai kehadiran HWB Purwakarta berpotensi memberi manfaat bagi desa, terutama melalui peluang usaha dan interaksi masyarakat.

Ia juga berharap penghuni baru dan warga setempat dapat hidup berdampingan dengan baik serta bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.

Untuk diketahui, HWB Purwakarta telah memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW). Pada 22 September 2026, kawasan ini memperoleh Indonesia Property Record dalam kategori Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.

CEO IPW Ali Tranghanda menilai keterjangkauan hunian perlu dilihat bersama dengan lokasi dan kualitas lingkungan yang mendukung kehidupan penghuninya.

"Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB Purwakarta menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Pandangan tersebut sejatinya sejalan dengan pendekatan LippoLand dalam mengembangkan HWB Purwakarta. Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan mengatakan,

"Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan." tegas dia.

HWB Purwakarta dikembangkan melalui PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand, dengan dukungan program kemitraan UMKM LippoLand.

Sejak peluncurannya pada akhir 2025, penjualan telah mencapai lebih dari 2.000 unit. Pada peluncuran tahap pertama Februari 2026, lebih dari 1.000 unit telah terjual.

Hunian HWB Purwakarta ditawarkan mulai Rp98 juta, dengan pilihan satu, dua, dan tiga kamar tidur. Desainnya mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, ventilasi, dan area parkir.

Tersedia pula skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600.000 per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Seiring bertambahnya penghuni, ruang untuk berinteraksi menjadi bagian penting dari kehidupan kawasan. Masjid Tajug Istimewa Nusantara, yang diresmikan pada 30 Januari 2026, menjadi salah satu fasilitas sosial yang tersedia.

Berdiri di atas lahan sekitar 240 meter persegi dengan kapasitas sekitar 150 jemaah, masjid ini tidak hanya menunjang kebutuhan ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan bersama warga.

Aktivitas masyarakat juga tumbuh di Balai Nusantara dan ruang-ruang komunal lainnya. Bazar makanan, pasar malam, musik langsung, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional, hingga kegiatan bersepeda bersama menghadirkan kesempatan bagi warga untuk berkumpul.

Di saat yang sama, kegiatan tersebut membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha.

Peluang ekonomi juga disiapkan melalui Griya Niaga, kawasan komersial dengan deretan ruko tiga lantai berukuran 4x12 meter yang menghadap boulevard utama selebar 16 meter.

Ruko dilengkapi balkon dan jaringan listrik bawah tanah, dengan peruntukan yang mendukung kegiatan usaha dan kebutuhan penghuni.

Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi di kawasan HWB Purwakarta antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.

Dalam jangka panjang, HWB Purwakarta direncanakan menampung lebih dari 30.000 penduduk.

Pengembangan ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian terjangkau sekaligus membangun lingkungan yang mendukung kehidupan sehari-hari. ***

Reporter: Redaksi
Back to top