KALAMANTHANA, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sengkon, mendesak pemerintah daerah agar mengakselerasi penguatan sistem pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah strategis ini dinilai mendesak agar produk-produk lokal yang berkualitas tinggi mampu menembus jangkauan pasar yang lebih luas dan kompetitif.
Sengkon menggarisbawahi bahwa sejauh ini banyak barang buatan perajin maupun pelaku usaha daerah yang memiliki mutu unggul. Kendati demikian, potensi besar tersebut belum tersokong strategi pemasaran yang memadai, sehingga mereka kerap terkendala dalam memperluas pangsa pasar.
“Penguatan pemasaran harus menjadi perhatian pemerintah. Dengan akses pasar yang lebih luas, UMKM akan lebih berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha,” ujar Sengkon, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, intervensi pemerintah mestinya tidak berhenti pada aspek suntikan modal finansial semata. Pendampingan intensif, kegiatan promosi terstruktur, hingga adopsi teknologi digital menjadi instrumen krusial yang wajib disematkan kepada para pelaku usaha guna mendongkrak visibilitas produk lokal.
Lebih lanjut, ia mendorong terjalinnya kemitraan strategis antara pemerintah dengan sektor swasta maupun dunia perdagangan. Sinergi ini diyakini mampu mengangkat popularitas produk asal Bumi Tambun Bungai di kancah yang lebih luas.
Posisi UMKM sebagai motor penggerak utama perekonomian regional menuntut adanya perhatian serius. Penguatan sektor ini diyakini membawa efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan.
“Penguatan sistem pemasaran UMKM dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait. Dengan dukungan tersebut, produk-produk lokal Kalimantan Tengah diharapkan semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (adt)