KALAMANTHANA, Kasongan – Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Fahmi Fauzi, berharap PT PLN tidak melakukan pemadaman listrik bergilir di wilayah Kasongan dan sekitarnya selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadist (MTQH) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Permintaan tersebut disampaikan Fahmi kepada awak media pada Minggu (8/11/2026). MTQH XXXIV Tingkat Kalteng yang dipusatkan di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 28 November 2026.

Menurut Fahmi, pasokan listrik yang stabil sangat krusial demi menjamin kelancaran ajang keagamaan akbar tingkat regional tersebut.

"Mengingat pentingnya acara tersebut, jaminan kelistrikan tanpa gangguan menjadi prioritas utama," ujar legislator asal daerah pemilihan (dapil) Katingan I yang meliputi Kecamatan Katingan Hilir, Tewang Sangalang Garing, dan Pulau Malan ini.

Ia menjelaskan, bebasnya wilayah dari pemadaman listrik tidak hanya menjaga kekhusyukan dan kelancaran teknis perlombaan, tetapi juga memastikan kenyamanan fasilitas pemondokan bagi kontingen kafilah dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng.

"Alasan lainnya adalah untuk mengamankan kebutuhan pada waktu beban puncak serta mendukung perputaran ekonomi UMKM di area Sport Center," tambahnya.

Selain mengimbau PLN, Fahmi juga mengingatkan panitia pelaksana untuk menyiapkan generator set (genset) sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan mendadak pada jaringan listrik utama.

"Antisipasi kelistrikan ini merupakan poin penting dalam pemantapan fasilitas. Hal ini demi memastikan kenyamanan para kafilah dan kelancaran seluruh rangkaian lomba yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 28 November 2026," pungkasnya. (sly)