"Ibu Tangguh, Keluarga Bersinar": Cara GDAN dan Wanita Islam Palangka Raya Lawan Narkoba

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 04 November 2026 | 19:43:31 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan Kampung Puntun, Kota Palangka Raya, terus dilakukan melalui pelbagai pendekatan. Selain pengawasan dan penegakan hukum, penguatan iman serta peran keluarga dinilai sangat krusial untuk melindungi generasi muda dari ancaman barang haram tersebut.

Komitmen ini diwujudkan oleh Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) yang berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kota Palangka Raya melalui kegiatan pengajian dan sosialisasi bertajuk “Ibu Tangguh, Keluarga Bersinar – Bersih Narkoba: Selamatkan Anak dan Keluarga dari Bahaya Narkoba”, Rabu (4/11/2026).

Berlangsung hangat dan penuh keakraban di Posko Terpadu GDAN Kampung Puntun, kegiatan yang melibatkan para ibu dan warga setempat ini diisi tausiah oleh Ustaz Marzuki. Penyampaian pesan keagamaan yang komunikatif dan diselingi humor membuat peserta antusias menyimak materi.

Dalam tausiahnya, Ustaz Marzuki mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membimbing serta melindungi keluarga agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang merusak dunia dan akhirat.

“Jaga diri kita dan keluarga, lindungi anak-anak dari bahaya narkoba. Jangan sampai kita lengah dan terjerumus dalam perbuatan yang membawa kita masuk neraka,” pesannya.

Ketua PD Wanita Islam Kota Palangka Raya, Sumariyani, menyambut baik sinergi bersama GDAN. Menurutnya, keterlibatan perempuan, khususnya para ibu sebagai madrasah pertama dalam keluarga, sangat penting untuk menanamkan nilai agama, memperketat pengawasan, dan menjalin komunikasi yang sehat dengan anak.

“Alhamdulillah, ini suatu kehormatan bagi kami bisa bergandengan tangan dan bersinergi dengan GDAN. Kami mengajak ibu-ibu untuk menjaga anak dan cucu dari bahaya narkoba, terlebih Kampung Puntun selama ini mendapat stigma sebagai kawasan rawan,” ujar Sumariyani.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP GDAN, Sadagori Henock Binti (Ririen Binti), menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi karena kepedulian terhadap warga Kampung Puntun. Menurut Ririen, mayoritas masyarakat setempat sejatinya ingin hidup tenang dan baik, sehingga perlu mendapatkan dukungan moral dan spiritual.

“Sebagian besar masyarakat di sini adalah warga yang benar-benar ingin hidup dengan baik. Karena itulah, lingkungan ini perlu dipentengi dengan kekuatan iman. Pendekatan keagamaan diharapkan memberi pemahaman dan keberanian bagi para ibu untuk mengingatkan anak maupun suami agar menjauhi narkoba,” tegas Ririen.

Tak hanya pendekatan keagamaan, Ririen juga berharap Posko Terpadu GDAN di Kampung Puntun mendapat dukungan penuh dari Polda Kalimantan Tengah dan Polresta Palangka Raya melalui penjagaan dan patroli rutin 1 x 24 jam.

“Jika penjagaan, patroli, dan sosialisasi dilakukan secara rutin, kami yakin dalam beberapa bulan ke depan Kampung Puntun bisa menjadi kawasan yang benar-benar bebas dari narkoba,” lanjutnya.

Sebagai langkah lanjutan, GDAN juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini mencakup pelatihan keterampilan seperti memasak, membuat kue, hingga pengembangan usaha kuliner bernilai jual. GDAN berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mendampingi pengembangan produk dan membuka akses pemasaran.

Melalui sinergi antara organisasi masyarakat, kelompok perempuan, tokoh agama, pemerintah, dan aparat penegak hukum, Kampung Puntun diharapkan tidak hanya bentengnya kuat dari ancaman narkoba, tetapi juga tumbuh menjadi kawasan yang aman, mandiri, dan produktif. (sly)
 

Reporter: Redaksi
Back to top