Dinas Pertanian Kapuas Lanjutkan Vaksinasi PMK, Sasar Wilayah yang Belum Terjangkau

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 06 November 2026 | 12:04:00 WIB
Petugas Dinas Pertanian Kapuas saat melakukan vaksinasi PMK terhadap ternak sapi. Foto : ist

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas melalui Bidang Peternakan kembali melaksanakan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari vaksinasi tahap pertama yang telah dilaksanakan pada Juli 2026 lalu.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, drh. Anik Ariswandani, mengatakan bahwa pada pelaksanaan tahap pertama pihaknya mendapatkan alokasi sebanyak 500 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Vaksinasi tersebut menyasar hewan ternak sapi, kambing, dan babi yang berada di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Mantangai, Dadahup, Basarang, dan Tamban Catur.

"Pada tahap pertama kami mendapatkan 500 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Saat ini kami kembali memperoleh tambahan alokasi sebanyak 500 dosis, sehingga kegiatan vaksinasi dapat dilanjutkan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terjangkau," jelas Anik di Kuala Kapuas, Jumat (6/11/2026).

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kapuas, drh Anik Ariswandani. Foto : irfan

Ia menyebutkan, dengan adanya tambahan vaksin tersebut, pihaknya akan memperluas cakupan pelayanan vaksinasi, termasuk melanjutkan kegiatan di Kecamatan Mantangai yang pada tahap pertama belum seluruh wilayahnya mendapatkan alokasi vaksin. Selain itu, vaksinasi juga direncanakan menyasar wilayah Terusan dan Lupak.

"Seperti di Kecamatan Mantangai, beberapa wilayah yang belum mendapatkan kuota vaksin pada tahap pertama akan kami lanjutkan. Termasuk di daerah Terusan dan Lupak yang juga masuk dalam rencana pelaksanaan vaksinasi," ungkapnya.

Menurut Anik, antusiasme masyarakat terhadap program vaksinasi PMK semakin meningkat. Hal tersebut tidak terlepas dari pengalaman para peternak yang mulai merasakan manfaat vaksinasi dalam menjaga kesehatan ternak mereka.

Ia menjelaskan, Penyakit Mulut dan Kuku merupakan penyakit menular pada hewan berkuku belah yang disebabkan oleh virus. Gejala penyakit ini antara lain munculnya luka atau lepuh pada bagian mulut dan kuku, sehingga ternak mengalami kesulitan makan, mengeluarkan air liur berlebihan, serta mengalami gangguan pada bagian kukunya.

"PMK ini memang tingkat kematiannya tidak terlalu tinggi, tetapi penularannya sangat cepat. Dampaknya cukup besar secara ekonomi karena dapat menurunkan produktivitas ternak dan merugikan para peternak apabila banyak ternak yang terserang," terangnya.

Lebih lanjut, Anik menambahkan bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi lanjutan ini, pihaknya juga melakukan pengambilan spesimen darah terhadap sejumlah ternak yang telah mendapatkan vaksinasi pada tahap pertama.

Pengambilan sampel darah tersebut bertujuan untuk mengetahui respons kekebalan tubuh ternak setelah divaksinasi sekaligus mengevaluasi tingkat keberhasilan vaksinasi dalam memberikan perlindungan terhadap PMK.

"Dari sampel darah tersebut nantinya akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana hasil vaksinasi tahap pertama, terutama terkait tingkat keberhasilan pembentukan kekebalan atau proteksi pada ternak," pungkasnya.

Melalui kegiatan vaksinasi secara bertahap dan berkelanjutan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas berharap penyebaran PMK dapat dicegah, kesehatan ternak tetap terjaga, serta memberikan perlindungan bagi keberlangsungan usaha peternakan dan perekonomian masyarakat. (fan)

Reporter: Redaksi
Back to top