KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat pengolahan lahan dan penanaman padi.

Bupati Kapuas HM Wiyatno menyerahkan secara simbolis tuas engkol starter traktor roda dua bantuan dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani penerima manfaat. Foto : irfan

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan 100 unit traktor roda dua (TR2) dari Kementerian Pertanian kepada brigade pangan dan kelompok tani di Kabupaten Kapuas. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai, Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edi Dese, Kepala Dinas PUPR Kapuas Hargatin, serta perwakilan brigade pangan dan kelompok tani penerima bantuan.

Sebanyak 100 unit traktor roda dua tersebut dialokasikan kepada 94 kelompok penerima yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Kapuas.

Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno mengatakan, bantuan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian, khususnya melalui modernisasi pertanian serta percepatan pengolahan lahan dan penanaman padi.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan alsintan modern menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi kerja petani. Dengan dukungan peralatan tersebut, proses pengolahan lahan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga kegiatan penanaman dapat dilakukan secara optimal dan tepat waktu.

"Untuk itu, kita sangat bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan dan alokasi bantuan alsintan bagi brigade pangan dan kelompok tani di Kabupaten Kapuas," ucapnya.

Wiyatno berpesan agar seluruh kelompok penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal. Traktor diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya pengolahan lahan, mempercepat persiapan tanam, serta mendukung peningkatan produksi padi.

Ia juga meminta agar seluruh bantuan yang diberikan dapat dijaga dan dirawat dengan baik karena merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Lakukan perawatan secara berkala agar usia pakai peralatan ini lebih panjang dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok," pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Edi Dese menjelaskan bahwa Kabupaten Kapuas merupakan salah satu lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Terdapat 12 kecamatan pasang surut yang menjadi lokasi pengembangan tanaman padi dengan luas baku lahan sawah mencapai sekitar 45 ribu hektare.

"Dari 12 kecamatan pasang surut tersebut, terdapat empat kecamatan yang menjadi sentra produksi pangan, di mana hampir 50 persen luas baku lahan sawah berada di empat kecamatan ini," jelasnya.

Adapun empat kecamatan yang menjadi sentra produksi pangan tersebut yakni Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur.

Melalui dukungan alsintan ini, Pemkab Kapuas berharap modernisasi pertanian dapat semakin berkembang, proses pengolahan lahan dan penanaman semakin cepat, serta produktivitas pertanian terus meningkat.

Dengan demikian, sektor pertanian diharapkan tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan para petani di Kabupaten Kapuas. (fan)