KALAMANTHANA, Kasongan – Wakil Ketua (Waket) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, Wiwin Susanto, menyambut baik penunjukan daerahnya sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadist (MTQH) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang akan digelar pada 20 hingga 28 November 2026.
Ia berharap perhelatan akbar tersebut dapat berjalan lancar, sukses, aman, dan kondusif.
Kendati demikian, Wiwin mengingatkan panitia pelaksana agar benar-benar mematangkan seluruh agenda yang telah disepakati. Persiapan tersebut meliputi penyiapan tempat acara, fasilitas pendukung, pemondokan peserta dari 13 kabupaten dan 1 kota se-Kalteng, hingga penyediaan armada transportasi bagi masing-masing kafilah.
Selain itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini secara khusus menyoroti pentingnya pasokan air bersih di setiap pemondokan kafilah untuk memenuhi kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK).
"Jika air di pemondokan kurang layak atau terbatas, sebaiknya personel BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran dilibatkan untuk membantu menyalurkan air bersih," ujar Wiwin kepada awak media, Jumat (16/11/2026).
Tidak hanya itu, ia juga mendorong panitia mendirikan posko pelayanan kesehatan khusus di sekitar arena utama, lengkap dengan tenaga medis, peralatan, serta ambulans yang dikoordinasikan bersama Dinas Kesehatan dan RSUD Mas Amsyar Kasongan.
Terkait pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meramaikan kegiatan selama 10 hari tersebut, Wiwin berpesan agar penataannya dilakukan dengan baik. Ia meminta tarif atau pungutan lapak bagi pedagang ditekan seminimal mungkin agar tidak memberatkan para pelaku UMKM.
"Harapannya para pelaku UMKM tidak terbebani, sehingga bisa leluasa memeriahkan acara, mempromosikan dagangannya, sekaligus meraup keuntungan," tambahnya.
Hal terakhir yang tak kalah penting, lanjut Wiwin, adalah penataan kantong parkir dan pengaturan juru parkir (jukir). Mengingat lonjakan penonton dipastikan tinggi—terutama pada malam pembukaan dan penutupan—ketersediaan lahan parkir yang tertib sangat krusial untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Lokasi parkir dan jukirnya harus disiapkan dengan matang agar masyarakat yang datang menyaksikan MTQH bisa memarkir kendaraannya dengan tertib," tandasnya. ( * )