Ternyata, Seorang Awak Helikoper Super Puma Jatuh di Sungai Barito, Belum Ditemukan

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 08 November 2026 | 16:59:43 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaharui informasi soal helikopter yang jatuh di Sungai Barito di Barito Kuala. Ternyata, satu orang awak masih belum ditemukan.

Helikopter jenis Super Puma itu adalah milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia jatuh di Sungai Barito, tepatnya di Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu 8 November 2026 siang.

Informasi menyebutkan helikopter tersebut mengalami kecelakaan saat bermanuver mengambil air di Sungai Barito untuk keperluan pemadaman karhutla.

BNPB menyampaikan satu dari tiga awak helikopter yang jatuh masih dalam pencarian.

“Berbeda dengan laporan awal yang menyebutkan seluruh kru selamat, data terbaru memastikan dari tiga awak helikopter, hanya dua orang yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dikutip di Jakarta.

Laporan sebelumnya menyebutkan seluruh kru dalam helikopter yang menjalankan misi operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu selamat.

Berdasarkan data terbaru BNPB, diketahui dua awak helikopter yang merupakan pilot berkewarganegaraan Australia berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan penanganan medis.

Sedangkan satu awak lainnya, Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO), masih dalam pencarian.

Untuk mencari awak yang hilang, Basarnas Kantor SAR Banjarmasin telah memberangkatkan tim penyelamat berjumlah 18 personel pada pukul 13.10 Wita.

Tim tersebut dilengkapi perahu Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan selam, serta perangkat pendeteksi bawah air atau aqua eye untuk mendukung proses pencarian.

Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin atau 71 mil laut dari Dermaga SAR Basirih. Tim penyelamat dijadwalkan tiba di lokasi pada pukul 18.10 Wita.

Operasi pencarian melibatkan unsur TNI AU, Polri, babinsa, dan masyarakat setempat.

BNPB menyatakan prioritas penanganan saat ini, pencarian awak yang masih hilang, pemulihan kesehatan dua pilot yang selamat, serta pengamanan bangkai helikopter di tepian sungai.

Selain itu, BNPB berkomitmen memfasilitasi investigasi resmi oleh pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

BNPB juga akan mengevaluasi keselamatan operasi udara secara menyeluruh, meliputi kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air untuk pengeboman air, kelaikan awak pesawat, hingga faktor cuaca dan karakteristik lokasi. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top