KALAMANTHANA, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak di daera. SLah satunya melalui program sekolah rakyat yang dibiayai pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat sudah memfasilitasi anak didik agar bisa melanjutkan sekolah tanpa dipungut biaya,” kataTomy, Selasa (28/10/2025).

Tak dipungkiri lanjut Tomy, ada berbagai kendala di lapangan. Faktor seperti jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal serta keraguan orang tua untuk melepas anaknya bersekolah menjadi tantangan tersendiri. “Bukan dari pihak sekolahnya, tapi dari kondisi sosial masyarakatnya yang beragam,” jelasnya.

Dikatakan, sekolah rakyat sejatinya telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, baik dari sisi fasilitas maupun pembiayaan. Namun, pelaksanaan di lapangan perlu terus dimaksimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Selain kendala teknis, Tomy juga menyoroti adanya faktor non-akademis yang turut memengaruhi suasana belajar. Ia mengungkapkan saat kegiatan kunjungan reses ke Kabupaten Katingan, dimana ungkap Tomy, ia sempat menemui kejadian unik di mana beberapa siswa mengalami kesurupan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Hal-hal seperti ini kadang membuat orang tua khawatir. Padahal, kalau dilihat dari fasilitasnya, sudah cukup baik,” jelasnya.

Oleh karena itu Tomy mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya program pendidikan tersebut. "Tentu dalam hal ini pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan sekolah rakyat di tingkat kabupaten dan kota, yang bekerja sama dengan kementerian terkait," tuturnya

Komisi III DPRD Kalteng sendiri tambah dia, terus memantau pelaksanaan pendidikan, terutama tingkat SMA dan SMK serta tingkat dasar dan menengah pertama," pungkasnya. (JNP/*)