KALAMANTHANA, Palangka Raya – UPTD Puskesmas Jekan Raya terus memperkuat pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada Masyarakat melalui program Triple Action. Program tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa.

Debora menilai, pendekatan promotif, preventif, hingga rehabilitatif yang dijalankan Puskesmas Jekan Raya sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kasus DBD, khususnya di wilayah padat permukiman seperti Kecamatan Jekan Raya.

“Upaya yang dilakukan Puskesmas Jekan Raya ini patut diapresiasi. Tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Ini sangat penting untuk memutus mata rantai penularan DBD,” kata Debora, Kamis, (05/2/2026).

Ia menegaskan, peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus diperkuat, terlebih wilayah Jekan Raya memiliki lingkungan rawan perkembangbiakan nyamuk, seperti parit besar, sungai, dan kawasan perumahan.

Menurutnya, langkah cepat seperti deteksi dini melalui rapid test DBD, survei vektor, penyelidikan epidemiologi, hingga kesiapan fogging harus dibarengi dengan partisipasi aktif masyarakat. “Kami di Komisi III DPRD mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk 3M Plus. Kesadaran warga adalah kunci keberhasilan pencegahan DBD,” ujarnya.

Debora juga mengapresiasi penyediaan bubuk abate gratis oleh Puskesmas Jekan Raya sebagai dukungan nyata bagi warga dalam mencegah berkembangnya jentik nyamuk di rumah. “Fasilitas gratis seperti abate ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Jangan menunggu sakit baru bertindak. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara puskesmas, pemerintah kota, dan masyarakat terus terjaga, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan musim pancaroba yang berpotensi meningkatkan kasus DBD maupun penyakit lainnya. (Mit).