KALAMANTHANA, Palangka Raya – Menjelang waktu berbuka puasa, Pasar Ramadan di Kota Palangka Raya selalu menjadi magnet bagi masyarakat yang mencari berbagai jajanan takjil. Namun di balik ramainya aktivitas jual beli, aspek kebersihan dan kesehatan tetap harus menjadi perhatian utama.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat selama Ramadan membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi. Meski demikian, jika tidak diimbangi pengelolaan kebersihan yang baik, kondisi tersebut berisiko menimbulkan persoalan kesehatan.
“Pasar Ramadan ini selalu ramai, terutama menjelang berbuka puasa. Karena itu, kebersihan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai sampah menumpuk atau makanan yang dijual kurang higienis,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Rana menekankan pengawasan dari instansi terkait perlu dilakukan secara rutin. Selain itu, fasilitas tempat sampah harus tersedia secara memadai dan pengangkutannya dilakukan secara berkala agar lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.
“Tak hanya itu, kami juga mengingatkan para pedagang untuk memperhatikan standar kebersihan dalam mengolah dan menyajikan makanan,” tambahnya.
Menurutnya, kebersihan peralatan, bahan baku, hingga cara penyajian harus dipastikan aman bagi konsumen. Para pedagang juga diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga kualitas makanan yang dijual.
“Pedagang punya tanggung jawab moral menjaga kesehatan pembeli. Kebersihan lapak dan makanan itu penting,” tegasnya.
Ia berharap dengan kerja sama antara pedagang, pengelola, dan pemerintah daerah, Pasar Ramadan tahun ini dapat berlangsung tertib, bersih, dan aman bagi masyarakat yang berburu takjil menjelang berbuka puasa. (Mit).