KALAMANTHANA, Sampit – Baru lulus SMA, Rendi dikabarkan meninggal dunia setelah tenggelam di danau. Betulkah karena kram?

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat 1 Mei 2026 sore sekitar pukul 16.00 WIB. Rendi, seorang remaja, diduga meninggal karena tenggelam di danau.

Padahal, Rendi diketahui baru saja dinyatakan lulus dari sebuah SMA di wilayah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kejadian tersebut berlangsung di danau yang berada di kawasan dekat Gang Dahlia, sebelum jembatan.

Menurut keterangan warga setempat, Riski awalnya berada di pinggiran danau bersama teman-temannya.

Namun tak lama kemudian, korban terlihat bergerak ke arah tengah danau yang memiliki kedalaman lebih dari tiga meter.

“Korban diduga mengalami kram setelah berlari, ditambah tidak bisa berenang, sehingga kesulitan saat berada di tengah danau,” ujar Riski.

Situasi mendadak panik ketika korban terlihat tenggelam. Sejumlah teman korban langsung berupaya memberikan pertolongan dengan melakukan pencarian secara manual di lokasi.

“Sempat dilakukan pencarian. Namun saat ditemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” tambahnya.

Usai ditemukan, korban kemudian dievakuasi ke daratan dan dibawa menggunakan mobil pikap menuju puskesmas terdekat. Namun, saat tiba di fasilitas kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang. (su)