KALAMANTHANA, Sampit – Pergantian kepemimpinan kembali terjadi di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Yudi Aprianur resmi mengambil alih posisi Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baamang dari Oktav Pahlevi.

Peralihan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pemerintahan di tingkat kecamatan setelah jabatan camat definitif kosong sejak wafatnya Sufiansyah pada 26 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, posisi Plt Camat Baamang telah beberapa kali berganti.

Asisten I Setda Kotim, Waren, Senin 4 April 2026, menegaskan pergantian ini merupakan langkah administratif yang penting agar pelayanan publik tidak terhambat di tengah masa transisi.

“Ini bagian dari proses yang harus dilakukan agar roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya saat serah terima jabatan.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program kerja yang telah berjalan, serta meminta pejabat baru segera beradaptasi dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

“Koordinasi dengan seluruh stakeholder harus diperkuat, agar setiap program bisa berjalan efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Yudi Aprianur menyebut penugasannya sebagai Plt Camat bersifat sementara, dengan masa jabatan selama tiga bulan sesuai surat keputusan yang diterimanya.

“Tugas ini hanya sementara, untuk mengisi kekosongan sampai adanya pejabat definitif yang dilantik,” katanya.

Meski singkat, ia menegaskan akan fokus menjaga keberlanjutan program yang telah dirintis sebelumnya, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

“Saya hanya melanjutkan yang sudah ada, supaya tidak terjadi kekosongan pelayanan,” ujarnya.

Di tengah masa transisi ini, Yudi juga langsung menyoroti persoalan banjir yang masih kerap melanda wilayah Baamang dan sekitarnya. Ia menilai, meskipun penanganan banjir melibatkan banyak pihak, peran masyarakat tetap menjadi faktor penting.

Untuk itu, ia berencana menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai langkah awal mengurangi dampak banjir di lingkungan permukiman.

“Kita dorong kembali kerja bakti di tingkat RT dan RW agar lingkungan lebih bersih dan aliran air tidak tersumbat,” tegasnya.

Dengan dinamika kepemimpinan yang terus bergulir, keberadaan Plt Camat Baamang diharapkan mampu menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, meski dalam waktu yang terbatas. (su)