KALAMANTHANA, Kuala Kapuas -  Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Usis I Sangkai meninjau langsung kondisi SMKN 1 Timpah, Kecamatan Timpah, pasca kejadian kebakaran yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut, belum lama ini.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kapuas terhadap kondisi fasilitas pendidikan sekaligus memastikan situasi di lingkungan sekolah pascakebakaran yang terjadi di tengah kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah di sekitar Kecamatan Timpah.

Berdasarkan informasi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, kebakaran bermula dari kawasan hutan di belakang sekolah yang berjarak sekitar 215 meter dari lingkungan SMKN 1 Timpah. Api kemudian meluas hingga membakar tiga ruang kelas lama yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kapuas Wiyatno melihat secara langsung kondisi bangunan yang terdampak serta lingkungan sekitar sekolah. Ia juga memastikan langkah penanganan dan pengamanan terus dilakukan guna mencegah api maupun bara kembali merambat ke fasilitas sekolah lainnya.

Bupati menyampaikan bahwa keselamatan warga sekolah dan perlindungan terhadap fasilitas pendidikan menjadi perhatian bersama. Untuk itu, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kapuas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa serta pihak terkait lainnya perlu terus diperkuat.

“Yang paling utama adalah memastikan kondisi sekolah aman dan tidak ada lagi potensi api yang dapat merambat ke bangunan lainnya. Kita juga harus memastikan lingkungan sekolah tetap terjaga sehingga kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan baik,” ujar Wiyatno.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak yang telah melakukan pemadaman, pendinginan dan pemantauan di sekitar lingkungan SMKN 1 Timpah. Sebelumnya, petugas UPT KPHP Kapuas Hulu bersama kepolisian turut melakukan penyiraman dan berjaga di lingkungan sekolah untuk mengantisipasi munculnya kembali api maupun bara.

Menurut Bupati, kondisi Karhutla yang masih terjadi membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak. Lingkungan sekolah sebagai salah satu fasilitas pelayanan publik harus mendapatkan perhatian dan pengamanan ekstra, terutama ketika berada di wilayah yang rawan terdampak kebakaran.

“Kita tidak boleh lengah. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu memastikan keamanan lingkungan sekolah dan masyarakat di sekitarnya,” tegasnya.

Wiyatno berharap penanganan pascakebakaran dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembersihan puing serta pemulihan lingkungan sekolah. Hal tersebut sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah agar dilakukan recovery terhadap lingkungan sekolah dan peningkatan pengamanan pascakebakaran.

Bupati juga mengajak masyarakat di Kecamatan Timpah untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar permukiman maupun fasilitas umum.

Pemerintah Kabupaten Kapuas berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, termasuk menjaga fasilitas pendidikan agar tetap aman dan dapat memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

“Karena ini fasilitas pendidikan dan menjadi tempat anak-anak kita menuntut ilmu, tentu kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaganya. Mari bersama-sama mencegah Karhutla dan menjaga lingkungan kita agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkas Wiyatno

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, sejumlah Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemkab Kapuas, Camat Timpah Jhonie dan Unsur Tripika Kecamatan Timpah. (fan)