KALAMANTHANA, Kasongan — Puluhan tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Katingan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan ARKAS dan Rapor Pendidikan Jenjang PAUD, 21-24 September 2026.

Kegiatan yang mengusung tema Transformasi Digital Tata Kelola Satuan Pendidikan Melalui ARKAS dan Rapor Pendidikan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Katingan, Arianson, di Aula Kantor Disdik setempat.

Bimtek yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 September 2026, memfokuskan materi pada tiga instrumen utama yang saling terintegrasi: pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik), penyusunan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS), serta pemanfaatan Rapor Pendidikan.

Membacakan sambutan tertulis Bunda PAUD Kabupaten Katingan, Sumiati Saiful, Arianson menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat digitalisasi sistem administrasi sekolah. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memastikan pengelolaan dana bantuan operasional serta mutu pembelajaran di tingkat PAUD berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis data.

"Fokus utama bimtek ini ada pada integrasi tiga platform utama Kementerian Pendidikan. Pertama, pengisian Dapodik untuk memastikan kevalidan data sarana prasarana, guru, dan peserta didik sebagai dasar penentuan penyaluran bantuan. Kedua, penyusunan ARKAS guna mendorong tata kelola keuangan PAUD yang transparan dan terintegrasi dengan sistem keuangan daerah," ujar Arianson.

Sementara fokus ketiga, lanjutnya, adalah pemanfaatan Rapor Pendidikan. Hasil evaluasi mutu satuan pendidikan tersebut nantinya digunakan untuk menyusun Perencanaan Berbasis Data (PBD) demi perbaikan kualitas belajar-mengajar secara berkesinambungan.

Arianson menegaskan, PAUD memiliki peran krusial dalam membentuk fondasi karakter, kecerdasan, dan masa depan generasi emas Indonesia.

"Sebagai Bunda PAUD, ada tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, aman, dan inklusif," tuturnya pada saat pembukaan, Senin (21/9/2026).

Mengakhiri sambutan tersebut, Arianson berpesan agar seluruh peserta mengikuti bimtek dengan serius hingga tuntas dan tidak ragu bertanya kepada narasumber jika menemukan hambatan.

"Yang tidak kalah penting, pastikan setelah kembali ke lembaga masing-masing, tata kelola Dapodik dan ARKAS menjadi jauh lebih rapi, tepat waktu, dan minim kesalahan," pungkasnya. (mid)