KALAMANTHANA, Jakarta – Usai memborong lima gol dan mengantarkan Timnas Indonesia ke final Piala FIFA ASEAN, Mitch Baker punya ambisi besar. Apa itu?
Mitch Baker, pemain berusia 19 tahun, menjadi bintang Timnas Indonesia saat menggilas Bangladesh 9-2 pada laga terakhir penyisihan Grup A Piala FIFA ASEAN.
Mitch Baker memborong lima gol dalam laga Timnas Indonesia vs Bangladesh itu. Termasuk gol kesembilan, gol yang menentukan lolosnya Indonesia ke final.
Kini, Mitch Baker punya ambisi lain. Dia ingin memenangkan laga final lawan Thailand dan memenangkan trofi pertama untuk Timnas Indonesia.
“Kami menikmati malam ini, tetapi kami masih memiliki final untuk dimainkan. Kami harus terus berusaha memenangkan trofi pertama Indonesia,” kata Mitch.
Pada laga yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, Baker menyumbang lima gol, satu di antaranya adalah gol terakhir yang memastikan langkah Indonesia merebut tiket final yang sempat digenggam Malaysia.
"Saya rasa ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan. Tapi saya hanya ingin mengulang apa yang dikatakan coach. Para suporter luar biasa. Mereka membantu kami melewati pertandingan ini,” kata Baker.
Pada laga ini, Indonesia unggul 6-1 saat jeda babak pertama dan memegang kendali penuh, sementara Malaysia saat itu baru unggul 2-0 atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung.
Tim Garuda kemudian sempat dibuat frustrasi di sebagian besar babak kedua, sedangkan Malaysia justru menambah empat gol lagi untuk menang 6-0.
Indonesia sempat menghidupkan asa lewat gol ketujuh di menit-menit akhir, namun langsung kebobolan tak lama kemudian.
Situasi itu mengharuskan Indonesia mencetak dua gol tambahan untuk memuncaki klasemen grup dan secara luar biasa, pasukan John Herdman berhasil mewujudkannya lewat gol Kevin Diks dan Baker.
Kemenangan besar yang berakhir dramatis itu pun mengantarkan Indonesia lolos ke final karena unggul dalam produktivitas gol atas Malaysia.
Kedua tim sama-sama memiliki tujuh poin dan selisih gol plus tujuh. Namun, Indonesia berhak mendapatkan tiket ke final karena mencetak gol lebih banyak, yaitu 11 gol, sementara Malaysia mencetak sembilan gol. (*)