KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pangkalan Bun menjadi kota dengan kualitas utara terburuk di Kalimantan saat ini. Yang terbersih adalah Kotabaru.
Terpantau dari laman bmkg.go.id pada Kamis 8 Oktober 2026 pukul 07.34 WIB, saat ini Pangkalan Bun dan Kota Palangka Raya menjadi kota dengan kualitas udara berbahaya.
Keduanya bahkan menjadi kota dengan kualitas udara berbahaya. Baik Pangkalan Bun maupun Palangka Raya, dua kota di Kalimantan Tengah, kini memiliki tingkat polutan yang tinggi.
Saat ini, kualitas udara Pangkalan Bun berada pada level berbahaya. Tingkat polutannya mencapai 504,7 ug/m.
Tak beda jauh dengan Kota Palangka Raya, pusat pemerintahan Kalimantan Tengah. Statusnya kini berada di level berbahaya dengan tingkat konsentrasi partikulat mencapai 420,5 ug/m.
Sementara itu, kualitas udara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menurut laman IQAir, berada dalam level yang sangat berbahaya. Tingkat polutannya mencapai 197 ug/m.
Kondisi tak jauh beda juga terjadi di Kota Pontianak di Kalimantan Barat. Levelnya kini berada dalam status sangat tidak sehat dengan konsentrasi patrikulat mencapai 155 ug/m.
Kendati begitu, kota lain di Kalimantan Barat tidak lagi separah sebelumnya. Mempawah, Kubu Raya, dan Sintang berada di level tidak sehat.
Adapun kota dengan kualitas udara terbaik di Kalimantan saat ini adalah Kotabaru. Statusnya berada pada level sedang dengan konsentrasi partikulat hanya 25,4 ug/m.
Kualitas udara kota utama di Kalimantan
Pangkalan Bun: berbahaya, 504,7 ug/m
Palangka Raya: berbahaya, 420,5 ug/m
Banjarmasin: sangat tidak sehat, 197 ug/m
Pontianak: sangat tidak sehat, 155 ug/m
Mempawah: tidak sehat, 131,3 ug/m
Kubu Raya: tidak sehat, 100,1 ug/m
Sintang: tidak sehat, 77,8 ug/m
Balikpapan: tidak sehat, 67,3 ug/m
Samarinda: sedang, 44,1 ug/m
Banjarbaru: sedang, 37,8 ug/m
Tanjung Selor: sedang, 26 ug/m
Kotabaru: sedang, 25,4 ug/m