KALAMANTHANA, Balikpapan – Kota Samarinda di Kalimantan Timur mengambil alih posisi kota dengan udara terburuk di Indonesia pada pagi ini.

Samarinda mengambil alih posisi dua kota di Kalimantan Tengah, Palangka Raya dan Pangkalan Bun, yang sebelumnya bergantian menjadi koda dengan udara terburuk di Indonesia.

Terpantau dari laman bmkg,go.id pada Rabu 28 Oktober 2026 pukul 06.53 WIB, kualitas udara Kota Samarinda kini berada pada level berbahaya. Samarinda menjadi satu-satunya kota di Indonesia dengan level seperti itu.

Saat ini, tingkat konsentrasi partikulat (PM2.5) Kota Samarinda berada di angka 273,8 ug/m. Kondisi tersebut membuat mereka berada dalam zona hitam berbahaya.

Adapun dua kota di Kalimantan Tengah, Palangka Raya dan Pangkalan Bun, kini sudah keluar dari zona hitam. Keduanya masuk status kualitas udara sangat tidak sehat.

Palangka Raya kini menjadi kota dengan kualitas udara sangat tidak sehat dengan konsentrasi partikulatnya mencapai 187,4 ug/m.

Palangka Raya masih lebih baik dibandingkan Pangkalan Bun meski sama-sama berada di zona sangat tidak sehat. Tingkat PM2.5 Pangkalan Bun berada di angka 218,4 ug/m.

Beberapa kota lain di Kalimantan terus membaik. Beberapa sudah berada di level kualitas udara sedang seperti Sintang, Mempawah, dan Banjarbaru.

Kotabaru bahkan menjadi kota di Kalimantan dengan udara paling bersih saat ini. Mereka berada di angka PM2.5 15,4.

Kualitas udara kota di Kalimantan

Berbahaya

Samarinda (Kalimantan Timur) 273,8 ug/m

Sangat tidak sehat

Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah) 218,4

Palangka Raya (Kalimantan Tengah) 187,4

Tidak sehat

Kubu Raya (Kalimantan Barat) 58,1

Sedang

Banjarbaru (Kalimantan Selatan) 45,0

Mempawah (Kalimantan Barat) 29,6

Baik

Kotabaru (Kalimantan Selatan) 15,4