Ngeri! Anak 11 Tahun Singkawang Nyaris Serang Sekolah dengan Bahan Peledak dan Senjata Api

Penulis: admin2020  •  Rabu, 07 Januari 2026 | 17:40:24 WIB

KALAMANTHANA, Singkawang – Seorang anak di Singkawang, Kalimantan Barat, nyaris menyerang sekolahnya dengan bahan peledak dan senjata api.

Untungnya, keinginan anak di Singkawang itu cepat terdeteksi dan berhasil dicegah.

Anak berusia 11 tahun di Singkawang itu adalah bagian dari mereka yang tergabung dalam true crime community. Densus 88 mengintervensi dia dan anggota lainnya.

“Dia cepat terdeteksi, kemudian (berhasil) dicegah,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu 7 Januari 2026.

Anak berusia 11 tahun tersebut diketahui mempunyai rencana untuk melakukan penyerangan di sekolah dan melakukan aksi dengan menggunakan bahan peledak, senjata tajam, serta senjata api.

Anak itu juga mengaku sudah menyiapkan pisau di tas sekolah, tetapi ketahuan oleh guru. Diduga kuat motivasi sang anak melakukan kekerasan karena dijauhi rekan-rekannya dan ingin balas dendam.

Tak hanya di Singkawang, perilaku serupa dari kelompok true crime community ini juga terjadi di Jepara, Jawa Tengah. Seorang anak di sana ingin menjadi pelopor kekerasan sadistik di sekolah.

Anak berusia 14 tahun tersebut tergabung dalam true crime community yang memiliki paham ekstremis dan ideologi kekerasan ekstrem.

“Ini bisa ditangani oleh Densus 88 bersama dengan Polda Jawa Tengah,” kata Mayndra Eka Wardhana.

Dalam video yang ditunjukkan Mayndra pada konferensi pers, anak tersebut memperagakan menggunakan senjata api di lingkungan sekolah sebagai bentuk simulasi sebelum melakukan aksi.

“Yang bersangkutan ingin menjadi trigger atau menjadi pelopor dari kekerasan yang dilakukan atas nama TCC (true crime community),” ucapnya.

Setelah dilakukan intervensi oleh Densus 88 bersama kementerian/lembaga lainnya, anak tersebut masih tetap ingin melakukan kekerasan.

Mayndra juga mengungkapkan bahwa anak tersebut pernah membawa pisau ke sekolah dan bahkan memiliki koneksi internasional dengan REDA selaku pendiri kelompok Berber Nationalist Third-positionist Group (BNTG) di Prancis.

"Ini adalah gerakan nasionalisme etnis Berber berbasis daring dengan ideologi Third Positionist, berorientasi pada penyatuan identitas dan pembebasan politik etnis," katanya. (*)

Reporter: admin2020
Back to top