Ini Fakta Menyedihkan di Balik Tewas Tergantungnya Pelajar di Cempaga Hulu

Penulis: admin2020  •  Kamis, 15 Januari 2026 | 22:49:01 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Fakta menyedihkan terjadi pada peristiwa penemuan ATR yang tewas dalam keadaan tergantung di Cempaga Hulu. Apa itu?

Remaja ATR (17) ditemukan tewas diduga setelah menghabisi hidup di dalam kamar rumahnya sendiri.

Peristiwa yang dialami ATR, tak pelak, mengejutkan warga Perumahan Estate ESDM di Dusun Serawak, Desa Selucing, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Lebih menyesakkan lagi, ternyata korban ATR pertama kali ditemukan oleh ayah tirinya sekitar pukul 16.30 WIB pada Rabu 14 Januari 2026 sore itu.

Sang ayah tiri menemukan ATR dalam kondisi tergantung di kusen pintu kamar menggunakan tali nilon yang dilapis kain.

Baca Juga: Apa Kabar Kasus Video Asusila 23 Detik Oknum ASN? Ini Kata Polisi Cantik...

Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban ATR telah diturunkan oleh pihak keluarga dan dibaringkan di ruang tengah rumah. Polisi kemudian melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Peristiwa itu tak pelak membuat warga langsung heboh. Salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui pasti kronologi kejadian.

“Memang benar ada kejadian itu. Tapi untuk kejadian ini atas dasar permintaan keluarga jangan dipublis ,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 15 Januari 2026.

Baca Juga: Heboh di Cempaga Hulu, Remaja Sekolahan Ini Akhiri Hidup dengan Cara Tragis

Korban yang diketahui berinisial ATR (17) merupakan remaja yang diketahui masih berstatus pelajar.

Berdasarkan laporan kepolisian, korban ditemukan di dalam kamar rumahnya di kawasan Perumahan Estate ESDM, Dusun Serawak, Desa Selucing.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk memastikan kronologi kejadian,” kata Edy. (*)

Baca Juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Ujung Pandaran, Benarkah Sengaja Dibakar?

Reporter: admin2020
Back to top