Kapolres Kotim Soroti Lonjakan Pencurian Saat Ramadan, Patroli Intensif di Titik Rawan

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 05 Maret 2026 | 14:47:00 WIB
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain.

KALAMANTHANA, Sampit – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan patroli keamanan menyusul meningkatnya kasus pencurian yang terjadi selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah dan waktu yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas, khususnya saat masyarakat tengah menjalankan ibadah.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers di Sampit, Rabu (4/3/2026).

“Kami melakukan patroli sesuai dengan tingkat kerawanan dan waktu yang sudah kami petakan, terutama ketika masyarakat sedang menjalankan ibadah,” ujarnya.

Menurut Resky, peningkatan laporan pencurian belakangan ini terjadi di sejumlah lokasi, seperti masjid, terminal hingga minimarket. Kondisi lingkungan yang cenderung sepi ketika masyarakat melaksanakan ibadah, seperti salat tarawih, sering dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Kotim tidak hanya mengedepankan tindakan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin serta pengawasan di sejumlah titik yang dianggap rawan.

“Aktivitas masyarakat saat menjalankan ibadah menjadi salah satu pertimbangan utama kami dalam menentukan pola pengamanan saat ini,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa pelaku pencurian yang sempat meresahkan masyarakat telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Salah satu di antaranya bahkan diketahui merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial Kotim untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Meski demikian, Resky menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

“Imbauan kami, jadilah polisi bagi diri sendiri. Jaga keamanan lingkungan masing-masing dan aktifkan kembali kegiatan masyarakat seperti ronda malam,” pesannya.

Ia berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga situasi keamanan di wilayah Kotawaringin Timur tetap aman dan kondusif selama Ramadan hingga ke depannya. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top