Wagub Kalteng Luncurkan Aplikasi E-Pahari dan Perangkat EDC Bank Kalteng

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 10 Maret 2026 | 18:15:48 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo.

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Wagub Kalteng Edy Pratowo, mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meluncurkan aplikasi E-Pahari dan perangkat Electronic Data Capture (EDC) Bank Kalteng.

Kegiatan dirangkai dengan Rapat Koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Kalimantan Tengah serta Kick Off Mini Championship TP2DD Provinsi Kalimantan Tengah, di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (9/3/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menyampaikan bahwa peluncuran E-Pahari adalah langkah nyata untuk mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor secara digital.

“E-Pahari adalah langkah konkret untuk memudahkan masyarakat membayar Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor secara digital tanpa harus datang ke kantor Samsat,” tutur Edy.

Edy menekankan bahwa inovasi digital harus mempermudah masyarakat mengakses layanan pemerintah.

“Kehadiran teknologi digital harus mempermudah layanan, bukan menyulitkan masyarakat,” tegas Edy.

Edy menyampaikan bahwa jika layanan digital mudah digunakan, masyarakat akan lebih terdorong membayar pajak, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.

“Kemudahan layanan akan mendorong masyarakat membayar pajak, sehingga penerimaan PAD, khususnya dari pajak kendaraan bermotor, meningkat,” pungkas Edy.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran daerah melalui TP2DD.

“Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, Bank Indonesia berkomitmen mendorong percepatan digitalisasi dan sistem pembayaran daerah,” ujar Yuliansah.

Yuliansah menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi terakhir, indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Kalimantan Tengah telah mencapai status digital.

“Indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah Kalimantan Tengah telah mencapai 86,8 persen dan sudah berstatus digital,” jelas Yuliansah.

Yuliansah menyampaikan bahwa pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat harus ditingkatkan melalui edukasi dan sosialisasi.

“Kami melihat pemanfaatan layanan digital ini perlu dioptimalkan melalui komunikasi dan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat,” ungkap Yuliansah.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Kick Off Mini Championship TP2DD Kalimantan Tengah, yang bertujuan mendorong peningkatan kinerja TP2DD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan sektor perbankan semakin kuat dalam mendorong digitalisasi transaksi daerah serta mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.

Tampak hadir FORKOPIMDA, Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah, Bupati/Wali Kota se-Kalimantan Tengah, serta Kepala OPD terkait. (sly)

Reporter: Redaksi
Back to top