Bagikan Ribuan Sembako untuk Ojol, Agustiar: Ini Uang Rakyat

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 18 Maret 2026 | 20:53:42 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran membagi ribuat paket sembako. Dia tak mau memetik manfaat elektoral. “Ini uang rakyat,” katanya.

Ribuan paket sembako gratis itu diserahkan Gubernur Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Rabu 18 Maret 2026. Dia serahkan dalam rangkaian pasar murah menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Agustiar Sabran membagikan paket sembako gratis itu antara lain untuk pengemudi ojek online (ojol), petugas kebersihan, porter, hingga masyarakat dari lembaga sosial rakyat.

“Mereka yang bekerja sebagai ojol, petugas kebersihan, porter, dan lainnya berhak menerima bantuan ini,” kata Agustiar Sabran.

Total, disediakan 2.052 paket sembako yang berisikan lima kilogram beras, satu kilogram gula, dan dua liter minyak goreng, senilai Rp145.500.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng memberi subsidi Rp135.500, kemudian disubsidi lagi oleh gubernur sehingga paket sembako tersebut menjadi gratis.

Meski begitu, Agustiar Sabran tak hendak meraih efek elektoral dari penyerahan sembako gratis. Dia menyebutkan dana untuk sembako gratis itu berasal dari uang rakyat.

“Ini uang rakyat yang kami bagikan kembali. Walaupun terjadi efisiensi anggaran, kami tetap mementingkan kepentingan masyarakat di atas segala-galanya,” ucap Agustiar.

Dia menegaskan program ini sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok pekerja yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya tahu, bapak ibu semua adalah tulang punggung keluarga, yang setiap hari terus bekerja keras untuk menghidupi keluarga agar dapat tercukupi semua kebutuhannya,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut Gubernur Agustiar juga menyalurkan secara simbolis zakat, infak, dan sedekah, dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kalteng sejumlah Rp200.405.000 ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Wagub Kalteng Edy Pratowo menambahkan pemerintah daerah memahami tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, termasuk dampak situasi geopolitik global.

“Meski anggaran turun dari Rp10,2 triliun menjadi Rp5,4 triliun, kami tetap berupaya memberi yang terbaik untuk masyarakat,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kalteng Leonard S Ampung menjelaskan kegiatan ini dirangkai dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 hingga 500 orang. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top