KALAMANTHANA, Sampit – Kekesalan warga Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali memuncak setelah insiden tongkang pengangkut bauksit yang diduga menghantam lanting milik warga di Sungai Cempaga, Kamis (26/3/2026) siang.
Peristiwa ini bukan hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga memicu kemarahan warga karena kejadian serupa disebut sudah berulang kali terjadi.
Setidaknya dua lanting dilaporkan terdampak, bahkan satu di antaranya sempat terbawa arus akibat gelombang kuat yang ditimbulkan saat tongkang melintas.
“Sudah sering kejadian seperti ini. Kami ini jadi resah, lanting bisa lepas kapan saja kalau tongkang lewat,” ujar Ardi, warga setempat, dengan nada kesal saat dikonfirmasi, Jum’at (27/3/2026).
Menurut warga, aktivitas tongkang di Sungai Cempaga semakin intens dalam beberapa waktu terakhir. Gelombang besar yang ditimbulkan kerap menghantam lanting-lanting yang menjadi tempat tinggal maupun sarana usaha masyarakat di bantaran sungai.
Dalam video yang beredar, terdengar keluhan warga yang menyayangkan minimnya perhatian terhadap dampak yang ditimbulkan dari lalu lintas tongkang tersebut. Mereka merasa keselamatan dan aset mereka terancam setiap kali tongkang melintas.
“Bukan sekali dua kali, ini sudah berkali-kali. Kami yang tinggal di bantaran sungai jadi korban terus,” tambah Ardi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan pemilik tongkang terkait insiden tersebut. Sementara itu, warga mengaku mulai kehilangan kesabaran dan mendesak adanya tindakan tegas dari pihak terkait.
Mereka menuntut pertanggungjawaban atas kerusakan yang terjadi, serta meminta pengawasan lebih ketat terhadap operasional tongkang agar tidak terus merugikan masyarakat.
“Kalau begini terus, kami yang dirugikan. Harus ada tanggung jawab dan aturan yang jelas supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Warga juga menegaskan bahwa lanting bukan sekadar bangunan biasa, melainkan bagian penting dari kehidupan mereka, baik sebagai tempat tinggal maupun penunjang aktivitas sehari-hari. Jika terus terdampak, mereka khawatir keselamatan dan mata pencaharian ikut terancam. (su)